Khotbah Umum

Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2014

Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia

Mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember 2013

dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2014

  

Kepada seluruh anggota jemaat dan hamba Tuhan GKSI,

serta kepada pengunjung situs ini.

  

Semoga melalui Minggu Adven yang kita lalui, sukacita kasih karunia Natal dan semangat Tahun Baru membuat kita semakin kuat dan lebih baik lagi saat berjalan bersama Tuhan mengarungi tahun 2014.

Tuhan Memberkati.

----------------------------------------------------

Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2014

Perayaan Tahun Baru


IA MEMISAHKAN DOMBA DARI KAMBING(Mat 25:31-46)


Bacaan lainnya menurut Leksionari: Pkh 3:1-13; Mzm 8; Why 21:1-6a(berdasarkan  http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php
)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Ayat Mat 25:31-46 selengkapnya dengan judul: Penghakiman terakhir

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.


---------------------------


Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dari sisi tampak luar, agak sedikit sulit membedakan murid Yesus yang sejati dengan murid yang asal-asalan. Seringnya seseorang hari Minggu ke gereja dan menyatakan Pengakuan Iman Rasuli tidak menjadi jaminan bahwa apa yang dinyatakannya itu sesuai dengan perbuatanya sehari-hari. Ada orang yang pintar menyembunyikan kejahatannya atau dosa-dosa di tengah-tengah masyarakat, dan ada juga yang melakukan perbuatan baik tapi bertujuan kamuflase atau pencitraan. Namun Tuhan pasti mengetahui semua itu dan menjadi ukuran masuknya seseorang dalam kerajaan-Nya dan akan terlihat saat penghakimam di akhir zaman. Melalui nats minggu ini kita memperoleh pelajaran hidup penting sebagai berikut. 

Lebih lanjut: Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2014

 

Khotbah Tahun Baru 2014

Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2013

 

(disajikan kembali sebagai alternative untuk tahun 2014)

 

Perayaan Tahun Baru

 

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

(Pkh 3:1-13)

 

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Mzm 8; Why 21:1-6a; Mat 25:31-46

(Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

--------------------------------------------------------------------------------

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir(Pkh 3:11)

  1. Pendahuluan

Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia pertama-tama mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014 kepada semua pengunjung website kita ini. Salam Kasih.

Tahun baru selalu disambut penuh kegembiraan karena mengandung pengharapan. Tanggal 1 Januari ibarat sama dengan hari ulang tahun bagi setiap orang, sebuah batu pengukur jarak (milestone) atau halte perhentian sementara dalam perjalanan, saat untuk merenungkan perjalanan hidup yang ditempuh dalam 1 tahun ke belakang, sekaligus menatap ke depan hari-hari yang baru. Jadi dalam perhentian itu selalu ada dua arah pandangan, ke depan dan ke belakang. Oleh karena itu nama bulan Januari sebenarnya berasal dari nama Janus, dewa orang Romawi, dengan patung dua muka, satu menghadap ke belakang, dan satu menghadap ke depan. Orang Romawi sendiri berdoa bagi dewa Janus untuk memberkati “awal segala usaha”, dengan pengharapan berhasil pada tahun yang baru tersebut.

Lebih lanjut: Khotbah Tahun Baru 2014

 

Khotbah Hari Natal 25 Desember 2013

Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia

Mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember 2013

dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2014

Kepada seluruh anggota jemaat dan hamba Tuhan GKSI,

serta kepada pengunjung situs ini.

Semoga melalui Minggu Adven yang kita lalui dan sukacita kasih karunia Natal membuat kita semakin kuat dan lebih baik lagi saat berjalan bersama Tuhan mengarungi tahun 2014.

Tuhan Memberkati.

------------------------------------------------------------------------

Khotbah Hari Natal 25 Desember 2013

Hari Raya Natal Tahun 2013


KASIH KARUNIA ALLAH SUDAH NYATA

(Tit 2:11-14)


Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 9:2-7; Mzm 96; Lukas 2:1-14, 15-20

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Ayat Tit 2:11-14 selengkapnya dengan judul: Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia.

2:11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 2:14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

--------------------------------------------

Pendahuluan

Nats di hari natal ini mengambil tema kasih karunia yang nyata sebagai wujud telah lahirnya Tuhan Yesus menjadi manusia. Kita mengetahui bahwa Allah menjadi manusia oleh karena kasih-Nya yang demikian besar akan dunia ini, bagi orang yang percaya untuk diselamatkan sehingga mereka memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Sukacita itu mungkin belum semua dapat merasakannya, karena pergumulan dan persoalan yang dihadapi, sama seperti pada masa itu masih banyak terjadi penjajahan, perbudakan dan dampaknya berupa ketidakadilan, kemiskinan dan penderitaan. Nats ini merupakan pengharapan agar semakin dikuatkan. Meski pembebasan fisik itu belum seluruhnya digenapi mengingat hari Tuhan belum tiba, namun pengharapan akan keselamatan harus dijaga. Berita kelahiran Mesias itu adalah momen yang membawa sukacita, sebab menjadi kasih karunia bagi semua orang. Melalui nats di hari natal ini, kita mendapatkan sukacita sebagai berikut.

Lebih lanjut: Khotbah Hari Natal 25 Desember 2013

   

Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus

Kotbah 9 Mei 2013

Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus

YESUS ADALAH PENGGENAPAN PERJANJIAN LAMA

(Luk 24:44-53)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kis 1:1-11; Mzm 47; Ef 1:15-23

Berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php

(Sebagian ayat-ayat dalam nats leksionari ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

------------------------------------------------

Luk 24:44-53 selengkapnya: 24:44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." 24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.

24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Pendahuluan

Pada hari ini kita memperingati peristiwa besar dalam kehidupan orang Kristen, yakni naiknya Tuhan Yesus ke sorga. Alkitab menceritakan bahwa saat naiknya Tuhan kita itu, ada banyak orang yang melihat dengan kasat mata bagaimana Yesus terangkat ke sorga yang merupakan kejadian luar biasa. Kesaksian itulah yang mereka tuliskan dalam kitab-kitab yang menjadi pegangan kita saat ini. Sebelum terangkat, Yesus memberi pesan-pesan penting yang sebagian kita baca sebagai nats renungan minggu ini. Dari bacaan itu kita mendapatkan beberapa hal sebagai berikut.

Lebih lanjut: Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus

 

Khotbah Jumat Agung 29 Maret 2013

Khotbah Jumat Agung 29 Maret 2013

DARI PERJAMUAN MALAM HINGGA GOLGOTA - VIA DOLOROSA

(Yoh 18:1-19:42)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 52:13-53:12; Mzm 22; Ibr 10:16-25 

Berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php

(Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

Pendahuluan

Perjalanan penderitaan Tuhan Yesus menuju bukit Golgota merupakan rangkaian beberapa peristiwa yang sangat mengharukan dimulai sejak perjamuan pada hari Kamis malam hingga kematian-Nya di Jumat senja hari. Jumat Agung memang mengingatkan kita tentang sejarah penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dan kematian-Nya merupakan bagian penting dalam sejarah orang percaya. Oleh karena itu, bacaan kita pada hari peringatan kematian ini sangat panjang dan kita bebas memilih tema yang lebih spesifik untuk masing-masing jemaat kita.

Kisah pendahuluan menjelang malam terakhir di Yerusalem, yaitu Yesus sudah menyadari akan akhir pelayanan-Nya, ketika Ia berkata kepada murid-Nya: : "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku (Mat 26:18; band. Yoh 13:1;16:16). Ia kemudian bersama-sama murid-murid melakukan perjamuan paskah yakni makan roti yang tidak beragi dan minum anggur (Mat 26:26-29; Luk 22:14-20). Pada kesempatan inilah Yesus menyampaikan kepada murid-murid-Nya bahwa perjamuan malam itu harus diingat oleh umat percaya selamanya, melalui perjamuan kudus yang kita lakukan pada hari Jumat Agung ini.

Lebih lanjut: Khotbah Jumat Agung 29 Maret 2013

   

Page 2 of 3

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 3 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6
mod_vvisit_counterKemarin34
mod_vvisit_counterMinggu ini40
mod_vvisit_counterMinggu lalu139
mod_vvisit_counterBulan ini666
mod_vvisit_counterBulan lalu713
mod_vvisit_counterKeseluruhan8043687

We have: 3 guests online
IP anda: 54.81.0.22
 , 
Hari ini: May 28, 2018