Khotbah Umum

Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2013

Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2013 

Perayaan Tahun Baru

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

(Pkh 3:1-13) 

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Mzm 8; Why 21:1-6a; Mat 25:31-46

(Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

----------------------------------------------------------------------------------------------

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (Pkh 3:11)

Pendahuluan

Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia pertama-tama mengucapkan Selamat Tahun Baru 2013 kepada semua pengunjung website kita ini. Salam Kasih.

Tahun baru selalu disambut penuh kegembiraan karena mengandung pengharapan. Tanggal 1 Januari ibarat sama dengan hari ulang tahun bagi setiap orang, sebuah batu pengukur jarak (milestone) atau halte perhentian sementara dalam perjalanan, saat untuk merenungkan perjalanan hidup yang ditempuh dalam 1 tahun ke belakang, sekaligus menatap ke depan hari-hari yang baru. Jadi dalam perhentian itu selalu ada dua arah pandangan, ke depan dan ke belakang. Oleh karena itu nama bulan Januari sebenarnya berasal dari nama Janus, dewa orang Romawi, dengan patung dua muka, satu menghadap ke belakang, dan satu menghadap ke depan. Orang Romawi sendiri berdoa bagi dewa Janus untuk memberkati “awal segala usaha”, dengan pengharapan berhasil pada tahun yang baru tersebut. 

Dalam mengevaluasi perjalanan hidup kita yang lalu, kita harus memiliki hikmat agar semua yang berlalu biarlah berlalu, menjadi milik masa lalu. Let the past belong to the past. Kita tidak perlu meratapi atau menangisi yang sudah berlalu tersebut. Kalaupun ada rasa penyesalan, hal itu harus dijadikan sebagai cambuk untuk mendorong lebih baik lagi ke depan, kembali ke jalan Tuhan. “Penyesalan” harus dilihat sebagai renungan atau komtemplasi saja untuk melihat apa yang seharusnya bisa dilakukan pada masa lalu untuk kebaikan tetapi tidak kita lakukan (dan tentu juga atas apa yang kita lakukan berupa kejahatan). Mungkin kita melakukannya atau tidak melakukannya dengan berbagai alasan, yang semua itu harus kita pertanggungjawakan kemudian. Perjalanan memang seperti berkendaraan, melihat ke belakang hanya dengan spion kecil, tetapi kalau ke depan melalui kaca besar yang luas dengan hamparan segala kemungkinan baik yang ada.

Lebih lanjut: Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2013

 

Khotbah Natal 25 Desember 2012

Khotbah Natal 25 Desember 2012 

Perayaan Hari Natal

MARILAH KITA PERGI KE BETLEHEM 

(Luk 2:8-20)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 62:6-12; Mzm 97; Tit 3:4-7

Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru

----------------------------------------------------------------------------------------------

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:5). Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud" (Luk 2:11)

Pendahuluan

Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) mengucapkan Selamat Natal 2012 kepada kita semua yang mengunjungi website kita ini. Semoga natal ini membawa damai sejahtera yang baru di dalam hati kita semua.

Setiap orang percaya dari segala bangsa pasti bersukacita menyambut tanggal 25 Desember ini. Bahkan mungkin sejak awal bulan, meski dalam dua minggu adven yang seharusnya lebih mengingatkan hidup kita agar (kembali) sejalan dengan firman Tuhan,  ternyata sukacita ini sudah timbul. Rumah-rumah mulai memasang pohon natal, mal-mal telah berhias dan mengumandangkan lagu-lagu pujian natal, sehingga bulan Desember layak disebut sebagai bulan sukacita. Desember bukanlah bulan suci, sebab bagi umat Kristen tidak ada bulan suci khusus; bagi kita setiap hari adalah hari-hari suci, minggu suci dan bulan suci, karena kita sudah disucikan oleh Tuhan Yesus yang kita sambut kelahirannya di bulan Desember ini.

Bacaan firman Tuhan dalam Luk 2:1-20 ini menceritakan kepada kita beberapa berita sukacita yang besar:

Lebih lanjut: Khotbah Natal 25 Desember 2012

 

Menjadi Murid Kristus yang Disiplin

Menjadi Murid Kristus yang Disiplin
(Ibr 12:1-11)

Tujuan Pembekalan: ”Nasehat supaya bertekun dalam iman”

  1. Allah menginginkan anak-anak yang dikasihiNya untuk hidup disiplin, seperti Yesus.
  2. Tujuan Allah mendisiplinkan kita dengan penuh kasih adalah untuk kebaikan kita. 
Setiap orang percaya kepada Kristus adalah murid-Nya. Sebab perintah Tuhan Yesus setelah kita dibaptis kita haruslah menjadi murid-Nya. Dalam bahasa Inggris, murid disebut dengan “disciple”yang kemudian menjadi discipline dan berarti disiplin. Jadi murid dan disiplin itu memiliki akar kata yang sama. Menjadi murid ya harus disiplin, dan kalau disiplin maka akan menjadi murid, kira-kira begitulah maknanya.

Lebih lanjut: Menjadi Murid Kristus yang Disiplin

   

Page 3 of 3

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 31 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini31
mod_vvisit_counterKemarin51
mod_vvisit_counterMinggu ini104
mod_vvisit_counterMinggu lalu237
mod_vvisit_counterBulan ini814
mod_vvisit_counterBulan lalu1099
mod_vvisit_counterKeseluruhan8047458

We have: 25 guests online
IP anda: 54.92.190.11
 , 
Hari ini: Sep 25, 2018