Khotbah Umum

Khotbah Jumat Agung 18 April 2014

Khotbah Jumat Agung 18 April 2014

Memperingati Kematian Tuhan Yesus

KITA MEMPUNYAI SEORANG IMAM BESAR

(Ibr 10:16-25)

Bacaan lainnya menurut Leksionari:

Yes 52:13-53:12; Mzm 22; Ibr 4:14-16, 5:7-9; Yoh 18:1-19:42

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Ibr 10:16-25 selengkapnya:

10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, 10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka." 10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa. 10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 10:23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

--------------------------------------

Pendahuluan

Perjanjian lama mengajarkan cara untuk menebus dosa sesuai dengan hukum Taurat. Dalam melakukan itu mereka melakukan ritual-ritual sesuai dengan aturan legalistik yang diajarkan melalui nabi Musa. Salah satu hal yang penting dalam ritual itu adalah peran Imam Besar umat Yahudi sesuai dengan peraturan Melkisedek. Namun kini orang percaya pengikut Tuhan Yesus diajarkan untuk tidak terikat lagi pada aturan-aturan legalistik tersebut. Peran Imam Besar juga sudah berganti dari manusia keturunan Lewi menjadi Imam Besar Agung yakni Tuhan Yesus Kristus. Penebusan dan pengampunan dosa juga tidak dengan darah hewan, melainkan dengan darah Yesus sendiri yang tercurah di Golgota. Melalui nas minggu ini kita diajarkan tentang hal tersebut melalui pokok-pokok pikiran di bawah ini.

 

Khotbah Jumat Agung 18 April 2014

Khotbah Jumat Agung 18 April 2014

(merupakan khotbah tanggal 29 Maret 2013)

DARI PERJAMUAN MALAM HINGGA GOLGOTA - VIA DOLOROSA

(Yoh 18:1-19:42)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 52:13-53:12; Mzm 22; Ibr 10:16-25

Berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php

(Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

Pendahuluan

Perjalanan penderitaan Tuhan Yesus menuju bukit Golgota merupakan rangkaian beberapa peristiwa yang sangat mengharukan dimulai sejak perjamuan pada hari Kamis malam hingga kematian-Nya di Jumat senja hari. Jumat Agung memang mengingatkan kita tentang sejarah penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dan kematian-Nya merupakan bagian penting dalam sejarah orang percaya. Oleh karena itu, bacaan kita pada hari peringatan kematian ini sangat panjang dan kita bebas memilih tema yang lebih spesifik untuk masing-masing jemaat kita.

 

Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2014

Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia

Mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember 2013

dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2014

  

Kepada seluruh anggota jemaat dan hamba Tuhan GKSI,

serta kepada pengunjung situs ini.

  

Semoga melalui Minggu Adven yang kita lalui, sukacita kasih karunia Natal dan semangat Tahun Baru membuat kita semakin kuat dan lebih baik lagi saat berjalan bersama Tuhan mengarungi tahun 2014.

Tuhan Memberkati.

----------------------------------------------------

Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2014

Perayaan Tahun Baru


IA MEMISAHKAN DOMBA DARI KAMBING(Mat 25:31-46)


Bacaan lainnya menurut Leksionari: Pkh 3:1-13; Mzm 8; Why 21:1-6a(berdasarkan  http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php
)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Ayat Mat 25:31-46 selengkapnya dengan judul: Penghakiman terakhir

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.


---------------------------


Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dari sisi tampak luar, agak sedikit sulit membedakan murid Yesus yang sejati dengan murid yang asal-asalan. Seringnya seseorang hari Minggu ke gereja dan menyatakan Pengakuan Iman Rasuli tidak menjadi jaminan bahwa apa yang dinyatakannya itu sesuai dengan perbuatanya sehari-hari. Ada orang yang pintar menyembunyikan kejahatannya atau dosa-dosa di tengah-tengah masyarakat, dan ada juga yang melakukan perbuatan baik tapi bertujuan kamuflase atau pencitraan. Namun Tuhan pasti mengetahui semua itu dan menjadi ukuran masuknya seseorang dalam kerajaan-Nya dan akan terlihat saat penghakimam di akhir zaman. Melalui nats minggu ini kita memperoleh pelajaran hidup penting sebagai berikut. 

   

Khotbah Tahun Baru 2014

Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2013

 

(disajikan kembali sebagai alternative untuk tahun 2014)

 

Perayaan Tahun Baru

 

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

(Pkh 3:1-13)

 

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Mzm 8; Why 21:1-6a; Mat 25:31-46

(Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

--------------------------------------------------------------------------------

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir(Pkh 3:11)

  1. Pendahuluan

Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia pertama-tama mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014 kepada semua pengunjung website kita ini. Salam Kasih.

Tahun baru selalu disambut penuh kegembiraan karena mengandung pengharapan. Tanggal 1 Januari ibarat sama dengan hari ulang tahun bagi setiap orang, sebuah batu pengukur jarak (milestone) atau halte perhentian sementara dalam perjalanan, saat untuk merenungkan perjalanan hidup yang ditempuh dalam 1 tahun ke belakang, sekaligus menatap ke depan hari-hari yang baru. Jadi dalam perhentian itu selalu ada dua arah pandangan, ke depan dan ke belakang. Oleh karena itu nama bulan Januari sebenarnya berasal dari nama Janus, dewa orang Romawi, dengan patung dua muka, satu menghadap ke belakang, dan satu menghadap ke depan. Orang Romawi sendiri berdoa bagi dewa Janus untuk memberkati “awal segala usaha”, dengan pengharapan berhasil pada tahun yang baru tersebut.

 

Khotbah Hari Natal 25 Desember 2013

Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen Setia Indonesia

Mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember 2013

dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2014

Kepada seluruh anggota jemaat dan hamba Tuhan GKSI,

serta kepada pengunjung situs ini.

Semoga melalui Minggu Adven yang kita lalui dan sukacita kasih karunia Natal membuat kita semakin kuat dan lebih baik lagi saat berjalan bersama Tuhan mengarungi tahun 2014.

Tuhan Memberkati.

------------------------------------------------------------------------

Khotbah Hari Natal 25 Desember 2013

Hari Raya Natal Tahun 2013


KASIH KARUNIA ALLAH SUDAH NYATA

(Tit 2:11-14)


Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 9:2-7; Mzm 96; Lukas 2:1-14, 15-20

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Ayat Tit 2:11-14 selengkapnya dengan judul: Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia.

2:11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 2:14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

--------------------------------------------

Pendahuluan

Nats di hari natal ini mengambil tema kasih karunia yang nyata sebagai wujud telah lahirnya Tuhan Yesus menjadi manusia. Kita mengetahui bahwa Allah menjadi manusia oleh karena kasih-Nya yang demikian besar akan dunia ini, bagi orang yang percaya untuk diselamatkan sehingga mereka memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Sukacita itu mungkin belum semua dapat merasakannya, karena pergumulan dan persoalan yang dihadapi, sama seperti pada masa itu masih banyak terjadi penjajahan, perbudakan dan dampaknya berupa ketidakadilan, kemiskinan dan penderitaan. Nats ini merupakan pengharapan agar semakin dikuatkan. Meski pembebasan fisik itu belum seluruhnya digenapi mengingat hari Tuhan belum tiba, namun pengharapan akan keselamatan harus dijaga. Berita kelahiran Mesias itu adalah momen yang membawa sukacita, sebab menjadi kasih karunia bagi semua orang. Melalui nats di hari natal ini, kita mendapatkan sukacita sebagai berikut.

   

Page 1 of 2

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 224 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3946
mod_vvisit_counterKemarin5529
mod_vvisit_counterMinggu ini9475
mod_vvisit_counterMinggu lalu39198
mod_vvisit_counterBulan ini108779
mod_vvisit_counterBulan lalu91209
mod_vvisit_counterKeseluruhan1070329

We have: 3 guests, 113 bots online
IP anda: 184.73.87.85
 , 
Hari ini: Apr 21, 2014