Khotbah Minggu

Khotbah Minggu 16 Februari 2014

Khotbah Minggu 16 Februari 2014

Minggu Efipani VI

ALLAH YANG MEMBERI PERTUMBUHAN

(1Kor 3:1-9)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Ul 30:15-20; Mzm 119:1-8; Mat 5:21-37

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Nats 1Kor 3:1-9 selengkapnya: Perselisihan

3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. 3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya. 3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? 3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? 3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. 3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. 3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

------------------------------------------

Pendahuluan

Minggu ini kita masih memperoleh pengajaran tentang jemaat di Korintus dengan berbagai permasalahan yang mereka hadapi yang bersumber dari ketidakdewasaan mereka sebagai pribadi orang percaya maupun sebagai jemaat Tubuh Kristus. Mereka mengutamakan pendirian masing-masing kelompok sehingga tercipta suatu perselisihan dan bahkan perpecahan. Perpecahan ini jelas sangat mempengaruhi pertumbuhan jemaat/gereja, karena sinergi telah hilang, padahal amanat agung Tuhan Yesus sangat jelas dinyatakan bahwa kabar baik itu harus disampaikan kepada segala bangsa dan untuk itu gereja harus bersatu dan bertumbuh. Melalui bacaan kita minggu ini, kita diberi Tuhan pengajaran sebagai berikut.

Lebih lanjut: Khotbah Minggu 16 Februari 2014

 

Khotbah Minggu 9 Februari 2014

Khotbah Minggu 9 Februari 2014

 

Minggu Efipani V

 

HIKMAT YANG BENAR

(1Kor 2:1-12, 13-16)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 58:1-9a, 9b-12; Mzm 112:1-9,10; Mat 5:13-20

(berdasarkan  http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Nats 1Kor 2:1-12, 13-16 selengkapnya dengan judul: Hikmat yang benar

2:1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. 2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. 2:3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. 2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, 2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. 2:6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. 2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. 2:8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." 2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. 2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. 2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. 2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

-------------------------------------------------

Pendahuluan

Nats minggu ini kembali menekankan hikmat Allah yang sangat berharga dibanding dengan hikmat manusia. Tuhan Yesus memberi perumpamaan tentang hal yang berharga, seperti jangan berikan mutiara kepada babi (Mat. 7:6). Seekor babi jantan tidak akan semakin tertarik kepada babi betina apabila ia berkalungkan mutiara. Babi jantan tidak akan pernah bisa menghargai mutiara itu yang bagi kita sangat berharga. Perumpamaan ini yang terjadi pada jemaat Korintus yang tidak menghargai hikmat Allah. Namun Paulus mengasihi mereka agar iman mereka semakin bertumbuh dan berhasil sebagai orang-orang yang dipanggil menjadi kudus. Melalui nats minggu ini, kita diberi pengajaran sebai berikut.

 

Lebih lanjut: Khotbah Minggu 9 Februari 2014

 

Khotbah Minggu 2 Februari 2014

Khotbah Minggu 2 Februari 2014

 

Minggu Efipani IV

 

HIKMAT ALLAH DAN HIKMAT MANUSIA

(1Kor 1: 19-31)

 

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Mi 6:1-8; Mzm 15; Mat 5:1-12

(berdasarkan  http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Nats 1Kor 1:19-31 selengkapnya dengan judul: Hikmat Allah dan hikmat manusia

1:19 Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." 1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. 1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. 1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. 1:26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, 1:28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, 1:29 supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. 1:30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. 1:31 Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

---------------------------------

Pendahuluan

Cara berpikir Allah tidak sama dengan cara berpikir manusia dengan segala kemampuan dan kebijaksanaannya. Kita bisa belajar sepanjang hidup dan mengumpulkan segala hikmat manusia, tetapi kita tidak akan pernah mendapatkan pembelajaran bagaimana menjalin dan membentuk hubungan pribadi dengan Allah yang hidup. Melalui nats minggu ini, firman Tuhan menekankan bahwa melalui Yesus yang tersalib dan kebangkitan-Nya, kita mendapatkan hubungan pribadi itu. Apa yang dibanggakan dan berharga bagi manusia sangat berbeda dengan hikmat Allah. Manusia mencari kemegahan, akan tetapi Allah menawarkan kehidupan abadi yang dunia tidak bisa menawarkannya. Pemikiran bahwa melihat baru percaya bukanlah hikmat Allah. Melalui pembacaan minggu ini, kita diberikan pelajaran berharga sebagai berikut.

Lebih lanjut: Khotbah Minggu 2 Februari 2014

   

Khotbah Minggu 26 Januari 2014

Khotbah Minggu 26 Januari 2014

 

Minggu Efipani III

 

SALIB ADALAH KEKUATAN ALLAH

(1Kor 1: 10-18)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 9:1-4; Mzm 27:1, 4-9; Mat 4:12-23

(berdasarkan  http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Nats 1Kor 1: 10-18 selengkapnya dengan judul: Perpecahan dalam jemaat

1:10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 1:11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloë tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 1:14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorang pun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 1:15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 1:16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. 1:17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. 1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

-----------------------------------

Pendahuluan

Bacaan di atas merupakan respon Rasul Paulus setelah mendapat laporan dari utusan keluarga Kloë yang mungkin anggota jemaat di Korintus tentang terjadinya perpecahan di antara jemaat. Sebagai orang yang pernah tinggal di sana dan membimbing banyak jemaat, Paulus memberikan nasehat dan ini menjadi pelajaran dan teladan kepada kita, bagaimana potensi-potensi perpecahan dalam gereja perlu dikenali, diungkapkan, dan kemudian diarahkan agar gereja tidak menghabiskan energy hanya untuk mengurusi hal itu. Pusat perhatian gereja hanyalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan kita dipanggil untuk menjadi kekuatan Allah. Melalui nats bacaan ini, kita diberikan pelajaran sebagai berikut.

 

Lebih lanjut: Khotbah Minggu 26 Januari 2014

 

Khotbah Minggu 19 Januari 2014

Khotbah Minggu 19 Januari 2014

 

Minggu Efipani II

 

YESUS KRISTUS, TUHAN KITA, ADALAH SETIA

(1Kor 1:1-9)


Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 49:1-7; Mzm 40:1-11; Yoh 1:29-42

(berdasarkan  http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.


Ayat 1Kor 1:1-9 selengkapnya dengan judul: Salam dan ucapan syukur

1:1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, 1:2 kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. 1:3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 1:4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 1:5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 1:6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 1:7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 1:8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

-----------------------------------

Pendahuluan

Surat 1 dan 2 Korintus ini merupakan penjelasan Tuhan kepada jemaat Allah di Korintus melalui Rasul Paulus tentang masalah gereja yang muncul di sana, yakni terjadinya perpecahan, ketidakdisiplinan, irihati, masalah moral mengingat Korintus adalah kota pelabuhan yang maju dan berkembang pesat. Rasul Paulus sendiri pernah tinggal di Korintus selama 18 bulan (Kis 18:1-18). Mengacu pada perkembangan kontekstual, gereja-gereja pada masa kini juga dipanggil untuk melihat dirinya: apakah selalu di jalan Tuhan?; dan apakah selalu dalam panggilan tugas dan misi-Nya, yakni menjalankan persekutuan, kesaksian dan pelayanan sosial secara berimbang, dengan tidak hanya fokus ibadah minggu saja. Melalui bacaan kita minggu ini, kita orang percaya dan semua gereja kembali diingatkan beberapa hal sebagai berikut.

Lebih lanjut: Khotbah Minggu 19 Januari 2014

   

Page 9 of 10

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 64 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini68
mod_vvisit_counterKemarin19
mod_vvisit_counterMinggu ini68
mod_vvisit_counterMinggu lalu166
mod_vvisit_counterBulan ini596
mod_vvisit_counterBulan lalu671
mod_vvisit_counterKeseluruhan8042904

We have: 51 guests online
IP anda: 54.80.115.140
 , 
Hari ini: Apr 22, 2018