Khotbah Minggu

Khotbah Minggu 7 September 2014

Khotbah Minggu 7 September 2014

Minggu XIII Setelah Pentakosta

kasih adalah kegenapan hukum Taurat

(Rm 13:8-14)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kel 12:1-14 atau Yeh 33:7-11; Mzm 149 atau Mzm 119:33-40; Mat 18:15-20

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 13:8-14 selengkapnya: Kasih adalah kegenapan hukum Taurat

(13.8) Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. (13.9) Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! (13.10) Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. (13.11) Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. (13.12) Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! (13.13) Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. (13.14) Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

----------------------------------

=> Khotbah dalam penulisan dengan struktur sebagai berikut…

Pendahuluan

.....

Pertama: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! (ayat 8-9)

(13.8) Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. (13.9) Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

Kedua: Kasih adalah kegenapan hukum Taurat (ayat 10)

(13.10) Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Ketiga: Marilah menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan (ayat 11-12)

(13.11) Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. (13.12) Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

Keempat: Kenakanlah Tuhan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang (ayat 13-14)

(13.13) Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. (13.14) Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Penutup

......

Tuhan Yesus memberkati.

 

Khotbah Minggu 31 Agustus 2014

Khotbah Minggu 31 Agustus 2014

Minggu XII Setelah Pentakosta

HIDUP DALAM KASIH DAN BUKAN PEMBALASAN

(Rm 12:9-21)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kel 3:1-15 atau Yer 15:15-21; Mzm 105:1-6, 23-26, 45c atau Mzm 26:1-8; Mat 16:21-28

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 12:9-21 selengkapnya: Nasihat untuk hidup dalam kasih

(12.9) Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. (12.10) Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (12.11) Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (12.12) Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (12.13) Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! (12.14) Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! (12.15) Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (12.16) Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! (12.17) Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (12.18) Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (12.19) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (12.20) Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. (12.21) Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

----------------------------------------

Pendahuluan

Allah memperlengkapi karunia rohani kepada setiap orang percaya, dan penggunaannya memerlukan dasar yang kokoh agar tidak berbelok kepada kepentingan diri sendiri. Dasar itu hanya ada pada kasih, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama yang merupakan inti pengajaran kristiani. Maka dapat dikatakan nas minggu ini tentang kasih sebagai pengajaran terhadap jemaat di Roma bisa dikatakan merupakan penggambaran sisi lain surat 1Kor 12-13, yakni mahkota dari karunia rohani adalah kasih. Allah memberikannya kepada kita karena kasih-Nya dan kita pun menggunakannya karena kasih. Dalam nas minggu ini juga diberikan makna kasih yang lebih dalam, bukan larangan dalam bentuk kepura-puraan, atau bukan pula terbatas hanya kepada pengertian sesama saja, tetapi juga pengertian kasih kepada yang membenci kita atau musuh! Inilah cara hidup orang percaya sebagai salah satu keunggulan ajaran Kristus yang merupakan pembaharuan ajaran mata ganti mata gigi ganti gigi. Melalui bacaan minggu ini kita diberikan pengajaran bagaimana hidup di dalam kasih sebagai berikut.

 

 

Khotbah Minggu 24 Agustus 2014

Khotbah Minggu 24 Agustus 2014

Minggu XI Setelah Pentakosta

PERSEMBAHAN YANG HIDUP DAN BENAR

(Rm 12:1-8)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kel 1:8-2:10 atau Yes 51:1-6; Mzm 124 atau Mzm 138; Mat 16:13-20

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 12:1-8 selengkapnya: Persembahan yang benar

12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

------------------------------

Pendahuluan

Banyak orang memahami ibadah dalam arti yang terbatas, seperti berdoa, menghadiri kebaktian di gereja, bersaksi dan menyanyikan pujian, atau memberikan uang persembahan. Umat Yahudi juga demikian halnya, mereka lebih menekankan penyerahan korban persembahan sebagai ritual yang rutin saja dan melupakan makna dari ibadah itu yakni adanya penyesalan dan perubahan melalui pertobatan hati. Oleh karena itu melalui nas minggu ini, firman Tuhan melalui Rasul Paulus menekankan arti sebenarnya dari persembahan. Pesan Ilahi ini memberi kita perspektif yang lebih luas tentang makna ibadah yang benar dan sejati serta berkenan kepada Allah. Hal ini didasari bahwa semua hidup kita adalah kemurahan Allah semata dan meski kita diberi karunia rohani semua itu adalah untuk kemuliaan-Nya. Nas minggu ini memberi kita pengajaran sebagai berikut.

 

   

Khotbah Minggu 17 Agustus 2014

 Khotbah Minggu 17 Agustus 2014

 Minggu X Setelah Pentakosta

 SISA DAN PENYELAMATAN ISRAEL

 (Rm 11:1-2a, 29-32)

 Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kej 45:1-15 atau Yes 56:1, 6-8; Mzm 133 atau Mzm 67; Mat 15:10-20, 21-28

 (berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

 Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> Pembinaan -> Teologi

 Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

 Nas Rm 11:1-2a, 29-32 selengkapnya:

 11:1 Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin. 11:2a Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. 11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. 11:30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, 11:31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. 11:32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua. 11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

 

------------------------------------

 

Pendahuluan

 

Dalam pasal 9 dan 10 Rasul Paulus mengungkapkan keprihatinannya akan penolakan umat Yahudi terhadap Yesus Kristus. Meski bangsa itu telah diberikan keistimewaan sebagai bangsa pilihan dengan berkat-berkat yang besar, namun kembali kedegilan bangsa itu mencuat dengan menolak jalan baru yang diberikan bagi keselamatan mereka. Mereka tetap berusaha menyenangkan Allah dengan perbuatan meski akhirnya perbuatan itu seringkali gagal. Dalam hal ini Rasul Paulus melihat dilemma yang terjadi, antara Israel sebagai bangsa pilihan berikut janji penggenapan dengan penolakan terhadap rencana Allah melalui Yesus. Jelas ini menjadi pergumulan yang hebat bagi Paulus sebab dia adalah bagian dari umat pilihan itu. Pertanyaannya adalah: apakah tindakan Allah menjadi sia-sia?; bagaimana kelak rencana Allah terhadap mereka?; dan apakah Allah akan mengingkari janji-Nya bagi umat tersebut? Di lain pihak Rasul Paulus percaya bahwa kasih Allah adalah kekal khususnya kepada mereka yang dipilih-Nya. Melalui nas minggu ini kita diberikan pengajaran tentang hal itu sebagai berikut.

 

 

Khotbah Minggu 10 Agustus 2014

Khotbah Minggu 10 Agustus 2014

Minggu IX Setelah Pentakosta

TUHAN BAGI SEMUA ORANG DAN KAYA BAGI SEMUA ORANG

(Rm 10:5-15)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kej 37:1-4, 12-28; atau 1Raj 19:9-18; Mzm 105:1-6, 16-22, 45b atau Mzm 85:8-13; Mat 14:22-33

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 10:5-15 selengkapnya: Kebenaran karena iman

10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya." 10:6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, 10:7 atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. 10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." 10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. 10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. 10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

------------------------------------------

Pendahuluan

Usaha setiap orang untuk dapat diterima Allah sangat tergantung kepada pemahaman bagaimana orang tersebut mengenal Allahnya. Hal itu juga menjadi sangat tergantung kepada siapa pembawa pesan Allah kepada dia. Kesalahan “pesan” mungkin bisa terjadi, tapi yang sering terjadi dalam agama-agama adalah kesalahan dalam tafsir akan pesan itu. Inilah yang terjadi pada umat Israel. Mereka menerima pesan dari Nabi Musa, dan mencoba mengembangkan dengan salah, sehingga akibatnya hakekat pesan menjadi hilang. Langkah koreksi yang dilakukan Tuhan tidak berhenti, namun seringkali manusia itu sendiri yang bandel dan menutup diri. Allah sendiri tidak pernah berhenti mengasihi umat-Nya, sehingga langkah pendekatan dan pendamaian dilakukan terus menerus. Kedatangan Yesus membawa konsekuensi bagi pemahaman umat Yahudi terhadap Allah yang sebenarnya, namun mereka menolak Yesus. Penolakan ini bisa karena ketakutan dan bisa juga karena kedegilan tadi. Melalui bacaan kita minggu ini, kita diberi penjelasan kembali perihal makna hukum Taurat, kedatangan Yesus dan pentingnya pengakuan umum, hingga upaya pewartaan Yesus bagi semua orang. Penjelasannya sebagai berikut.

 

   

Page 1 of 29

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 239 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini147
mod_vvisit_counterKemarin12084
mod_vvisit_counterMinggu ini12231
mod_vvisit_counterMinggu lalu49442
mod_vvisit_counterBulan ini122294
mod_vvisit_counterBulan lalu278373
mod_vvisit_counterKeseluruhan1913028

We have: 11 guests, 107 bots online
IP anda: 54.226.116.197
 , 
Hari ini: Aug 24, 2014