Khotbah Minggu 9 Juni 2013

Khotbah Minggu 9 Juni 2013

Minggu III Setelah Pentakosta

HAI ANAK MUDA, ...BANGKITLAH

(Luk 7:11-17)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: 1Raj 17:8-16, (17-24); Mzm 30; Gal 1:11-24
Berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php

(Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

Ayat Luk 7:11-17 selengkapnya: 7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" 7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." 7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

---------------------------

Pendahuluan

Kisah ini hanya terdapat dalam kitab Lukas, yakni peristiwa yang menyentuh hati kita. Saat itu iringan-iringan Yesus baru selesai dari Kapernaum dan akan memasuki kota Nain yang jaraknya sekitar 25 km. Tampak dari seberang ada iringiringan membawa usungan orang mati dan ternyata itu seorang anak yang masih muda, anak tunggal seorang janda. Kita bisa membayangkan kesedihan ibu janda itu yang mungkin berjalan dengan gontai lemah sebab akan mengubur anak tunggalnya, yang berarti mengubur dalamdalam seluruh pengharapan dan impian hidupnya. Kini yang muncul adalah kekuatiran dan keputusasaan, siapakah kelak yang akan menopang hidupnya? Bagaimana dia kelak akan hidup?

Dalam bacaan nats minggu ini kita membaca bagaimana reaksi Tuhan Yesus dan bagaimana kita mengambil pelajaran dari kisah tersebut.

Pertama: kontras dengan kisah sebelumnya (ayat 11-12)

Pada bacaan minggu lalu yakni Luk 7:1-10 kita membaca kisah tentang seorang perwira tinggi, bukan orang Yahudi, berasal dari kalangan atas masyarakat dan sangat berpengaruh, datang meminta pertolongan Yesus untuk kesembuhan bagi hambanya, dan Yesus mengabulkannya karena iman perwira tersebut. Dalam kisah tersebut inisiatif ada pada perwira tersebut, yang membutuhkan dan ia menyadari bahwa Yesus mampu untuk menolongnya dari persoalan yang dihadapinya. Tetapi dalam bacaan minggu ini kita melihat kontras yang sebaliknya, yakni kisah orang kecil seorang janda, seorang Yahudi, tidak punya pengaruh apa-apa, yang hanya bisa menangisi hidup dan kesedihannya.

Penghormatan terhadap orang mati sangat penting dalam tradisi orang Yahudi. Dalam prosesi menuju ke tempat penguburan, biasanya keluarga dekat ikut berbaris menyertai jenazah orang yang meninggal. Yang berjalan di depan adalah haruslah seorang wanita, sebagai symbol bahwa kematian adalah dosa dan sekaligus Hawa yang memulai dosa. Kadang kala keluarga perlu menyewa orang yang biasa menangisi orang mati, semacam pelantun duka, agar saat berjalan rombongan mendapatkan perhatian dari orang-orang di jalan yang dilewati.

Mungkin janda ini tidak pernah mendengar Yesus yang memiliki kuasa dan berbuat mukjizat, terlebih kisah mukjizat membangkitan orang mati. Bacaan dalam Luk 7:11-17 ini memang adalah kisah pertama Yesus membangkitkan orang mati, yang kemudian diikuti kisah membangkitkan orang lain (Luk 8:40-56, band. Yoh 11, kebangkitan Lazarus). Ia juga tidak menyadari bahwa Yesus ada di depannya, sehingga ia tidak berinisiatif untuk meminta pertolongan kepada-Nya. Tetapi Tuhan kita bukanlah Allah yang pasif menunggu respon umat-Nya. Yesus juga tidak bersikap memilih dan mengenal favoritisme, pelayanan-Nya tidak membedakan status. Meski bagi mereka yang belum mengenal-Nya, hati Allah penuh dengan belas kasihan, dan itulah yang dilakukan-Nya, menolong mereka tanpa perlu menunggu. Ia bertindak pada saat orang lain membutuhkan. Adakah kita juga bersikap demikian? Adakah hati kita juga penuh belas kasihan dan tidak memilih-milih orang yang kita kasihi?

Kedua: belas kasihan Tuhan Yesus (ayat 13)

Janda ini kehilangan dua kali tulang punggungnya. Pertama, suaminya, dan kini anak lelakinya. Seorang janda tidak mudah mendapat pekerjaan sehingga biasanya mereka menggantungkan hidupnya pada anaknya, khususnya yang lelaki. Kini ia menjadi sendiri dan mungkin ditinggal suami sudah dalam keadaan miskin. Ia tidak mungkin kawin lagi dengan seusia demikian, sehingga harapannya benar-benar pupus. Biasanya janda yang dalam keadaan sendiri dan miskin, akan ada keluarga dekat yang menolong dan membantunya. Tapi apabila tidak ada keluarga, maka jamda ini hanya bisa berharap menjadi seorang pengemis. Inilah yang membuat hatinya sedih dan menangis.

Tetapi Tuhan Yesus hatinya yang penuh belas kasihan, menghentikan iring-iringan itu dan berkata kepada janda itu, “Jangan menangis”. Permintaan jangan menangis dari seseorang asing biasanya tidak wajar atau bahkan tidak sopan. Apalagi rombongan Tuhan Yesus mengentikan perjalanan mereka, sebab biasanya kalau berpapasan dengan rombongan yang berduka, maka semua harus minggir dan bukan menghentikan rombongan yang berduka tersebut.

Tuhan Yesus memperlihatkan belas kasihan dan kepedulian bagi mereka yang berkekurangan dan kesepian. Ia juga penuh belas kasihan ketika melihat banyak orang seperti domba yang tidak memiliki gembala (Mat 9:35-39). Yesus memberi keteladanan agar kita juga melakukan hal serupa, sehingga dunia ini menjadi tempat yang menyenangkan bagi semua orang. Musuh bersama kita adalah penderitaan dan kita perlu berbagi untuk menghilangkannya. Berbagi penderitaan akan menghilangkan penderitaan, sebaliknya berbagi sukacita akan menambah sukacita. Rombongan Tuhan Yesus yang sedang bersukacita karena perbuatan ajaib menyembuhkan hamba seorang perwira, kini harus berbagi dalam penderitaan. Semua dasarnya adalah kasih. Dengan teladan hidup-Nya ini, Yesus mengajak para murid-Nya dan kita semua untuk melakukan perbuatan baik atas dasar kasih, bukan hanya sekadar perasaan iba dan kasihan. Perbuatan baik yang dilakukan dengan kasih akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah. Dengan demikian kasih Yesus yang kita terima akan menjadi penyembuh bagi luka kesedihan atau tragedi orang lain. Melalui belas kasihan yang diberikan oleh Tuhan Yesus dan kita sebagai murid-Nya, maka tidak ada lagi tragedi dalam hidup manusia dan nama Tuhan Yesus akan semakin dimuliakan.

Ketiga: hai anak muda,...bangkitlah (ayat 14-15)

Yesus tidak hanya menolong pada saat yang tepat. Ia juga bertindak melawan tradisi dengan menyentuh tubuh anak muda itu. Jelas itu melanggar hukum Yahudi sebab mereka yang menyentuh tubuh orang mati adalah najis. Tetapi Ia bersedia menanggung semua kenajisan demi untuk membangkitkan pemuda itu dari kematian dan berkata: “Hai, anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Keajaiban menyeruak, anak muda itu bangkit dan kemudian berkata-kata. Yesus menyerahkan anak muda itu kepada ibunya.

Kisah membangkitkan orang mati mungkin sesuatu yang sulit diterima manusia modern saat ini. Tetapi di dalam Alkitab hal ini sering dituliskan, dan kisah terakhir ketika Petrus membangkitkan Dorkas dalam pelayanannya (Kis 9:36-43). Sejak era teknologi informasi yang semakin mudah, belum pernah kita dengarkan ada orang mati dibangkitkan. Namun kita tidak perlu focus pada mukjizat kebangkitan dari kematian itu. Semua manusia mati di dalam dosa (Ef 2:1), sebagaimana anak janda tersebut. Tetapi yang kita lihat adalah orang mati tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap dirinya sendiri, apalagi untuk orang lain. Ini sama dengan “joke” tentang mengapa orang mati dimandikan, hanya karena mereka tidak bisa lagi mandi sendiri. Demikian juga ketika kita “mati” tanpa pengampunan, maka kita tidak bisa menyucikan diri sendiri. Tetapi Allah memiliki kasih dan belas kasihan kepada kita sehingga Ia mengirim Yesus untuk membangkitkan dan hidup bersama Dia (Ef 2:4-7).

Tuhan Yesus tidak menjanjikan kita akan memiliki hidup yang kedua di dunia ini dengan bangkit kembali dari kematian. Hidup baru yang kita miliki adalah hidup dari kematian akibat dosa, dan hidup kekal bersama Tuhan Yesus kelak bersama orang-orang percaya. Itulah hidup yang baru di dalam Kristus. Kita menerima anugerah kehidupan baru itu dari Allah dan terpujilah Allah untuk itu, dan untuk itu mari kita pakai hidup kita untuk memuliakan Dia. Kisah ini lebih menekankan tentang kebangkitan dan keselamatan. Apa yang dilakukan oleh Yesus dengan membangkitkan anak muda itu dari kematian, itulah yang akan dilakukan-Nya bagi kita untuk kita bangkit kelak dari kematian. Kematian adalah musuh sebab menghasilkan kehilangan. Tetapi melalui hidup yang baru, kita tidak akan pernah menjadi orang yang terhilang.

Keempat: Yesus bukan sekedar nabi (ayat 16-17)

Ketka anak muda itu bangkit, mereka berpikir bahwa Yesus adalah nabi karena di dalam PL nabi-nabi seperti Elia dan Elisa juga membangkitkan orang mati (1Raj 17:17-24; 2Raj 4:18-37). Elia dan Elisa juga menyampaikan pesan dari Allah dan melakukan mukjizat. Semua orang menjadi ketakutan bercampur sukacita. Mereka berkata, Allah kembali melawat dan melakukan mukjizat bagi umat-Nya, setelah sekian lama para nabi hilang dari umat Israel.

Tetapi Yesus melebihi nabi-nabi yakni Tuhan dan Allah manusia. Dia adalah Mesias (Luk 9:18-20). Lukas menempatkan kisah ini di depan hanya dengan maksud untuk meyakinkan bahwa Yesus itu Mesias dengan kuasa yang besar. Yesus mengasihi orang-orang yang sangat membutuhkan dan Yesus dapat berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan itu. Janda itu telah mengalami penghiburan dan kebahagiaan. Tuhan sungguh berbelas kasih dan menyertai hidupnya. Tuhan mengangkatnya dari lembah kesedihan untuk melihat kebaikan dan kebesaran-Nya.

Banyak orang takut bertemu dengan Tuhan, karena berpikir Dia datang untuk menghakimi dan menghukum. Mereka juga tidak rindu untuk bertemu dengan Tuhan dan hanya berpikir Yesus adalah nabi dan pembawa pesan saja. Ini semua karena mereka tidak mengenal-Nya. Perjumpaan dengan Tuhan selalu memberikan rasa takut sekaligus hormat, sebab selalu menghasilkan perubahan dan hidup yang baru. Maka ketika seseorang mengaku telah “berjumpa” dengan Tuhan tetapi tidak ada pembaharuan dalam hidupnya, maka kita meragukan perjumpaan itu. Allah menemui dan memberkati seseorang (atau kelompok/bangsa) dengan cara-Nya unik. Carilah Tuhan Yesus dan bersiaplah menerima perbuatan ajaib-Nya.

Kesimpulan

Minggu ini kita diberikan kisah bagaimana Allah kita itu sangat penuh dengan belas kasihan. Ia mendengarkan apa yang bergejolak dalam hati kita akan kesedihan dan penderitaan. Kadangkala inisiatif itu datang dari Dia untuk menyatakan kebaikan-Nya. Ia siap dan aktif untuk memberi kehidupan baru bagi siapa saja, bagi mereka yang siap dan bersukacita menerimanya. Ia rela masuk dalam kenajisan demi untuk menyelamatkan kita dan memberikan hidup yang baru. Kebangkitan dari kematian adalah puncak dari karya-Nya bagi kita orang percaya. Itu akan diberikan-Nya apabila kita tidak hanya mengenal dan mengakui-Nya sebagai nabi saja, melainkan Dia adalah Juruselamat, Allah dan pemberi kehidupan kekal bagi kita. Sudah siapkah kita berjumpa dengan-Nya?

Tuhan Yesus memberkati.

(Pdt. Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min – Wasekum Badan Pengurus Sinode GKSI. Catatan bagi hamba Tuhan yang akan menyampaikan Firman, akan lebih baik jika pada setiap bagian uraian diusahakan ada contoh/ilustrasi nyata dalam kehidupan sehari-hari dan juga diselingi humor yang relevan).

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 38 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini691
mod_vvisit_counterKemarin2082
mod_vvisit_counterMinggu ini15362
mod_vvisit_counterMinggu lalu30570
mod_vvisit_counterBulan ini94332
mod_vvisit_counterBulan lalu157106
mod_vvisit_counterKeseluruhan2249629

We have: 21 guests, 6 bots online
IP anda: 54.234.74.85
 , 
Hari ini: Oct 23, 2014