Janji, Tanggungjawab, dan Kode Etik Hamba Tuhan

JANJI, KODE ETIK DAN TANGGUNGJAWAB HAMBA TUHAN

GEREJA KRISTEN SETIA INDONESIA

 

Pengantar

Janji, kode etik dan tanggungjawab hamba Tuhan GKSI ini belum merupakan keputusan Sinode Am atau Badan Pengurus Sinode GKSI. Namun adanya dokumen ini telah menjadi pergumulan Bapak Pdt. Dr. Matheus Mangentang sebagai Ketua Umum Sinode GKSI dan Rektor SETIA. Dokumen di bawah ini merupakan draft awal, namun diharapkan isi dokumen ini telah dapat dijadikan sebagai pedoman awal hamba Tuhan GKSI dalam pelayanannya. Tuhan Yesus memberkati.


PENDAHULUAN


“Janji, Kode Etik dan Tanggung Jawab Hamba Tuhan” Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) ini adalah dasar perjanjian dan komitmen semua hamba TuhanGKSI dan Lembaga yang terafiliasi dalam pelayanannya kepada Tuhan dan sesama. Tujuannyaadalah meningkatkan harkat pelayanan hamba Tuhan GKSI dan memberikan keyakinan yang lebih besar bahwa hamba Tuhan berkomitmen pada standar kualitas dan keunggulan layanan yang berdasarkan Alkitab. Hamba Tuhan yang dimaksudkan dalam dokumen ini adalah Pendeta, Penginjil, Guru Injil, Penatua dan Dosen/Guru yang mengajar di lembaga pendidikan di bawah naungan GKSI.

P
elayanan Kristiani hamba Tuhan GKSI adalah tentang kasihkepada Allah dan kepada sesama. Hal ini merupakan perjuangan dan sikap kerja keras bahkan kerelaan untuk menderita. Hamba Tuhan GKSI tumbuh melalui ujian dan pelbagai pencobaan namun Kristus memberi kita rahmat untuk selalu menang dan bersyukur dalam segala situasi penyertaan-Nya. Hamba Tuhan GKSI dipanggil untuk mengasihi dan menjadi teladan dalam pengorbanan. Dengan tetap dalam semangat kasih dan untuk mendukung serta mendorong satu sama lain, kita juga perlu untuk menasihati atau mendisiplinkan satu sama lain – walau bukan dengan penghakiman, tetapi atas kesadaran akan dosa-dosa kita sendiri dan kegagalan dalam mempertahankan kebenaran Firman Allah dalam hidup kita. Karakter hamba Tuhan harus “tidak bercela sebab hamba Tuhanhidup untuk Tuhan dan hidup di hadapan orang lain.

 

Dalam pelayanan, hamba Tuhan GKSI harus senantiasa berdasar kepada Alkitab, berpedoman kepada AD-ART GKSI, serta menghayati visi dan misi GKSI - SETIA 2030. GKSI adalah Tubuh Kristus dan bagian gereja yang esa dalam melaksanakan tugas Kesaksian (Marturia), Persekutuan (Koinonia), dan Pelayanan (Diakonia). Oleh karena itu, setiap hamba Tuhan GKSI dituntut tetap menjaga dirinya sebagai teladan dan teguh dalam pelayanannya. Agar dapat menjadi teladan dan teguh, maka dibutuhkan suatu “Janji, Kode Etik dan Tanggungjawab Hamba Tuhan GKSI” yang akan menjadi norma dan landasan perilaku bagi setiap hamba Tuhan GKSI.

 


MAKA DENGAN INI SEBAGAI HAMBA TUHAN GKSI MENYATAKAN:

 

1.    Saya percaya dan mengaku telah dipanggil sebagai pelayan Yesus Kristus melalui gereja-Nya yakni GKSI.

2.    Saya percaya dan menerima seluruh isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga GKSI.

3.    Saya menerima beban tanggungjawab untuk mewujudkan Visi Misi GKSI - SETIA 2030 dan terus menerus berusaha memperbaharui konsep dan pelaksanaannya tanpa merasa lelah.

4.    Saya percaya dan mengaku telahdikaruniai oleh Roh Kudus dalam memberitakan Injil, mengajar dan menggembalakan umat dan gereja-Nya,oleh karena itu akan mengabdikan diri untuk menunaikan pelayanan saya sesuai dengan “Janji, Kode Etik dan Tanggungjawab” yang ditetapkan, agar pelayanan saya dapat diterima dan berkenan kepada Allah, bermanfaat bagi umat dan gereja-Nya, serta hidup saya menjadi saksi Kristus dan terang bagi dunia.

 

HAKEKAT PANGGILAN

  1. Dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, saya senantiasa mengutamakan panggilan pelayanan yang Tuhan telah tetapkan kepada saya.
  2. Saya selalu menjunjung tinggi kehormatan dan hakekat panggilan-Nya dalam kehidupan pribadi, pelayanan, tingkah laku dan tutur kata saya.
  3. Saya akan terus memperdalam pemahaman teologi yang sesuai dengan Alkitab dan ajaran GKSI serta mengajarkan hal yang sama kepada jemaat dan pihak lain.
  4. Saya bersedia ditempatkan di mana saja dalam wilayah pelayanan GKSI yang saya anggap sebagai panggilan Tuhan di tempat itu.

 

TANGGUNG JAWAB KEPADA SINODE GKSI

1.    Saya akan mengasihi, mendukung, dan bekerjasama dengan rekan sepelayanandi Sinode GKSI, mengakui sumbanganGKSI / SETIA terhadap hidup, pelayanan, dan gereja saya saat ini.

2.    Saya akan bekerja untuk meningkatkan dan mengembangkan GKSI dalam upayanya untuk memperluas dan meninggikan kerajaan Allah melalui pelayanan “menjangkau yang belum terjangkau”, sebagaimana dituangkan dalam Visi Misi GKSI – SETIA 2030.

5.    Saya akan memberikan persepuluhan dari penghasilan bulanan saya kepada Sinode GKSI.

 

TANGGUNG JAWAB KEPADA JEMAAT

1.    Saya akan berusaha menjadi hamba Tuhandan pelayan GKSI yang mengikuti teladan Kristus dalam iman, kasih, kebijaksanaan, keberanian, dan integritas. Untuk itu saya harus menjadi teladan bagi jemaat/sekolah yang saya layani.

2.    Sayaakan setia dalam menyalurkan waktu dan energi melalui kebiasaan kerja yang baik dan jadwal yang tepat.

3.    Dalam tanggung jawab khotbah, saya akan memberikan waktu yang cukup untuk berdoa dan persiapan, sehingga penyampaiannyaberdasarkan Alkitab, secara teologis benar, dan dengan jelas dikomunikasikan kepada jemaat dan pendengar.

4.    Dalam konseling penggembalaan, saya akan menjaga kerahasiaan, kecuali dalam kasus pengungkapan diperlukan untuk mencegah cidera orang lain dan / atau diharuskan oleh hukum.

5.    Dalam tanggung jawab penginjilan, saya akan berusaha untuk memimpin orang kepada keselamatan melalui Yesus Kristus, menjadi anggota gereja tanpa memanipulasi denominasi gereja lain, atau merendahkan agama lain.

6.    Dalam praktek kunjungan dan konseling, saya tidak akan berjalan sendirian dengan rekan yang berlawanan jenis kelamin, kecuali ada anggota gereja yang lain hadir di dekatnya.

7.    Dalam tugas administrasi dan pastoral, sayatidak akan memihak dan selalu berlaku adil untuk semua anggota.

8.    Saya akan menghormati para mitra pelayanan dan bertindak adil dan demokratis terhadap mereka, terkecuali hal yang bertentangan dengan firman Tuhan.

9.    Sebagai pelayan penuh waktu, saya tidak akan menerima pekerjaan yang menguntungkan lainnya tanpa persetujuan yang dinyatakan Badan Pengurus Sinode GKSI.

10.Setelah meninggalkan jemaat/sekolah yang dilayani, saya akan berdoa bagi mereka danterus berusaha memperkuat jemaat/sekolah tersebut.

 

TANGGUNGJAWAB KEPADA KONSELI

1.    Saya akan menunjukkan penerimaan tanpa syarat dan kasih terhadap semua konseli, terlepas dari standar, keyakinan, sikap, atau tindakan mereka.

2.    Saya akan menjaga kerahasiaan seluruh percakapan dengan konseli.

3.    Saya akan memiliki pendeta senior / mentor / konselor kepada siapa saya dapat meminta nasihat untuk konseling dan saran.

4.    Saya tidak akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi saya melalui konseli saya, meski menyadari kebutuhan dan kekurangan saya sendiri.

5.    Saya akan mengenali kekuatan saya atas konseli dan tidak pernah mengambil keuntungan dari kerentanan mereka melalui eksploitasi atau manipulasi.

6.    Saya tidak akan pernah terlibat asmara dengan seorang klien atau terlibat dalam bentuk apapun kontak yang bersifat erotis atau romantis.

7.     Jika saya tidak dapat memberi manfaat bagi konseli, maka saya akan merujuk dia kepada hamba Tuhan lainnya atau profesionalyang dapat memberikan konseling/terapi yang tepat.

8.    Saya akan berusaha untuk mendukung kebijakan dan keyakinan gereja saya tanpa terlalu memaksakan mereka atas setiap konseli.

TANGGUNG JAWAB DIRI

1.    Sayaakan memelihara kehidupan ibadah danpraktek disiplin rohani melalui waktu doa, membaca Kitab Suci, puasa dan perenungan diri.

2.    Saya akan terus bertumbuh dalam iman, kasih dan pengharapan kepada Tuhan.

3.    Sayaterus membangun intelektualitasmelalui proses belajar dengan membaca buku, bahan bacaan kerohanian lain, mengikuti diskusi-diskusi, dan media pembelajaran lainnya.

4.    Sayaakan menjaga kesehatan emosional dengan selalu berserah, berpikiran positip, menjaga lidah, berbicara berlandaskan kasih dan firman Tuhan.

5.    Saya menjaga kesehatan fisik melalui olahraga yang teratur, kebiasaan makan yang baik, tidak merokok, meminum alkohol berlebihan, dan perawatan yang layakatas tubuh saya.

6.    Saya akan jujur ​​dalam penyampaian khotbah dan renungan, tidak akan menjiplak karya orang lain, melebih-lebihkan fakta, menyalah-gunakan pengalaman pribadi atau orang lain, atau menyampaikan berita yang tidak didasari fakta.

7.    Sayaakan mengatur waktu sebaik-baiknya dengan keseimbangan antara kewajiban pribadi, pelayanan gereja, tanggung jawab keluarga, dan memperhatikan hari libur mingguan dan cuti tahunan.

8.    Saya akan berusaha untuk menjadi "seperti Kristus" dalam sikap dan tindakan terhadap semua orang, terlepas dari suku/ras, agama, kelas sosial, atau jabatan yang berpengaruh di dalam gereja dan masyarakat.

9.    Saya akan jujur ​​dan bertanggung jawab dalam keuangan pribadi, keluarga, gereja dan lembaga lainnya,serta tidak pernah mengutamakan kepentingan pribadi dan keluarga, dan selalu memberi dengan murah hati.

10.Saya akan menahan diri dari menerima hadiah yang mungkin membahayakan integritas pribadi dan pelayanan saya.

 

TANGGUNG JAWAB KEPADA KELUARGA

1.    Saya menyadari keluarga saya harus menjadi teladan bagi keluarga jemaat/murid saya dan keluarga Kristen lainnya, dan keluarga saya diharapkan menjadi pendukung dalam tugas pelayanan saya.

2.    Saya akan adil kepada setiap anggota keluarga, memberikan waktu, kasih, bimbingan dan nasihat-nasihat yang diperlukan.

3.    Saya memahami peran unik dari pasangan (suami/istri), mengakui bahwa tanggung jawab utamanya adalah sebagaimitradalam perkawinan dan orang tua bagi anak-anak.

4.    Saya menganggap anak-anak sebagai karunia Allah dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka tanpa memaksakan harapan yang semestinya atas mereka.

5.    Saya akan berhati-hati dalam mengelola keuangan keluarga saya dan menghindari kewajiban keuangan melalui pinjaman / hutang yang saya tidak mampu untuk membayar secara tepat waktu.

TANGGUNG JAWAB KEPADA REKAN SEPELAYANAN

1.    Saya akan berusaha berhubungan dengan semua mitra pelayanan, terutama dengan siapa saya melayani di gereja/sekolah yang sama, sebagai mitra dalam karya Allah, menghormati pelayanan dan bekerja sama dengan mereka.

2.    Saya akan berusaha melayani mitra kerja dan keluarga mereka dengan percakapan, dukungan, dan bantuan pribadi.

3.    Saya menolak menempatkan pendeta/hamba Tuhan lain sebagai pesaing dalam membangun gereja/sekolah, menerima penghormatan, atau pengakuan sukses atas hal tersebut.

4.    Saya akan menahan diri dari berbicara meremehkan pribadi atau pekerjaan pendeta/hamba Tuhan lain, terutama pendahulu atau penerus saya.

5.    Saya akan meningkatkan pelayanan dari penerus saya dengan menolak ikut campur dengan cara apapun dengan gereja/sekolah yang semula saya layani.

6.    Saya akan mendukung dan setia kepada pendeta/hamba Tuhan senior, atau jika tidak mampu melakukannya, saya akan mencari tempat pelayanan lain.

7.    Saya akan kembali ke gereja yang dulu untuk pelayanan tertentu, seperti pernikahan dan pemakaman, hanya jika diundang oleh pendeta/hamba Tuhan yang bertanggungjawab pada gereja/sekolah tersebut.

8.    Saya akan memperlakukan dengan hormat dan sopan setiap pendahulu saya yang kembali ke pelayanan gereja saya.

9.    Saya akan memperhatikan dan menghormati semua pensiunan pendeta/hamba Tuhan, dan saat saya pensiun, saya akan mendukung dan mengasihi mereka.

10.Saya akan jujur ​​dan terbuka dalam memberikan rekomendasi untuk mitra pelayanan lain bagi kepentingan pelayanan gereja/sekolah atau tujuan yang baik.

11.Jika menyadari kesalahan serius atas rekan se-pelayanan, saya akan menghubungi pejabat yang bertanggung jawab dari pengurus sinode gereja/sekolah dan menginformasikan tentang hal tersebut dengan dasar kasih.

12.Saya akan mendukung dan setia kepada rekan sepelayanan, sesama staf, dan tidak pernah mengkritik mereka secara terbuka atau merusak pelayanannya.

13.Saya akan mengenali peran dan tanggung jawab saya kepada staf gereja/sekolah dan tidak akan merasa terancam atau bersaing dengan pendeta/hamba Tuhan lain.

14.Jika saya belum menikah, saya akan berhati-hati dalam praktek hubungan pribadi, terutama dengan anggota jemaat saya.


TANGGUNG JAWAB KEPADA MASYARAKAT

1.    Saya akan memperhatikan tanggung jawab utama saya sebagaipendeta/hamba Tuhan jemaat dan saya tidak akan pernah mengabaikan tugas pelayanan dalam rangka melayani masyarakat.

2.    Saya akan menerima tanggung jawab yang wajar untuk pelayanan masyarakat, mengakui bahwa pelayanan pendeta/hamba Tuhan juga memiliki tanggung jawab untuk hal tersebut.

3.    Saya akan mendorong kebenaran moral di masyarakat melalui kesaksian kenabian yang bertanggung jawab dan kegiatan sosial lainnya.

4.    Saya akan menaati hukum pemerintah kecuali memaksa saya untuk tidak menaati hukum Allah.

5.    Saya tidak akan terlibat dalam kegiatan politik yang tidak etis, tidak Alkitabiah, atau tidak menjalankan hikmat sebagaimana diajarkan Alkitab.

 

Demikian Janji, Kode Etik dan Tanggung Jawab Pendeta/hamba Tuhan ini saya akui dan terima dengan penuh tanggungjawab. Semoga Tuhan memberi pertolongan pada saya dalam melaksanakannya. Tuhan Yesus memberkati.

 

(Tempat, tanggal, nama dan tanda tangan)

 

Untuk acuan sistim penilaian dan evaluasi Kependetaan/hamba Tuhan dapat dilihat pada

buku hasil keputusan Sidang Sinode Am II Tahun 2005 halaman 378 – 385.

(Draft Rancangan ini disusun oleh Pdt. Ir. Ramles M. Silalahi, D.Min – Wasekum BPS GKSI)

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 19 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini34
mod_vvisit_counterKemarin31
mod_vvisit_counterMinggu ini208
mod_vvisit_counterMinggu lalu346
mod_vvisit_counterBulan ini628
mod_vvisit_counterBulan lalu1111
mod_vvisit_counterKeseluruhan8046173

We have: 18 guests online
IP anda: 54.198.41.76
 , 
Hari ini: Aug 18, 2018