Khotbah Minggu 23 September 2012

Khotbah Minggu 23 September 2012

Minggu Ketujuhbelas Setelah Pentakosta

“MENJADI BERKAT DENGAN KEPRIBADIAN”

Yohanes 21: 20 - 23; 1 Korintus 12 : 6

Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya  dalam semua orang

I Korintus 12:6

PENDAHULUAN

Setiap orang diciptakan unik artinya tidak ada yang sama persis. Baik itu karunia, kemampuan dan juga kepribadian. Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda dengan yang lain. Dalam  pelayanan,  tidak ada kepribadian yang salah. Semua kepribadian dibutuhkan untuk keseimbangan dalam pelayanan. Kepribadian kita akan mempengaruhi bagaimana dan di mana kita mempergunakan karunia-karunia dan kemampuan yang kita miliki.

Ada 4 hal mengenai bagaimana kita mempergunakan kepribadian kita untuk menjadi berkat.


Pertama: Apa itu Kepribadian

Kepribadian merupakan cara yang khas dari individu dalam berperilaku dan merupakan segala sifatnya yang menyebabkan dia dapat dibedakan dengan individu lain. Ada juga yang mengatakan, Kepribadian secara umum diartikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang menentukan pola perilakunya.

Kedua: Bagaimana Mengenal Kepribadian

Untuk mengetahui kepribadian  kita, perlu memahami tipe-tipe kepribadian. Setiap kepribadian mempunyai ciri yang berbeda. Socrates membagi tipe kepribadian menjadi 4 macam yaitu: Sanguinis, Melankolis, Kholeris dan Phlegmatis. Orang sanguinis adalah orang yang populer. Suka cerita, banyak omong, dan selalu menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya, gampang bergaul dan mudah berteman. Salah satu kelemahannya adalah sifatnya yang tergantung suasana hati. Kadang ia cepat gembira, namun tiba-tiba menangis, atau sebaliknya. Orang melankolis adalah orang yang perfeksionis. Suka akan hal-hal yang detail dan membutuhkan ketelitian. Salah satu kelemahan orang melankolis adalah karena sifatnya yang terlalu perfeksionis, kadang-kadang suka menunda-nunda pekerjaan sampai terciptanya suasana yang sempurna. Orang kholeris adalah orang yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Punya wibawa, punya  kemauan kuat, serta biasanya gampang menyuruh-nyuruh orang lain. Kelemahannya tidak semua orang mau disuruh-suruh. Orang phlegmatis adalah orang yang cinta damai. Sifatnya mengalah, tidak mau  terlibat dalam perdebatan. Kelemahannya antara lain karena terlihat lemah, kadang-kadang dipermainkan oleh orang lain. Setiap orang mempunyai sifat gabungan dari tipe-tipe yang ada. Yang jelas dengan mengenali kepribadian sendiri, dapat membantu menentukan apa yang harus dilakukan dalam pelayanannya.

Hall dan Lindzey membedakan 2 orientasi utama kepribadian yaitu ekstrovert dan introvert. Pribadi yang ekstrovert terutama dipengaruhi oleh dunia obyektif, yaitu dunia di luar dirinya. Orientasi terutama tertuju ke luar, fikiran, perasaan, serta tindakan-tindakannya ditentukan oleh lingkungan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan non sosial.

Individu yang introvert merupakan kebalikan dari ekstrovert, yaitu dipengaruhi oleh dunia subyektif,  dunia di dalam dirinya sendiri. Orientasi terutama tertuju ke dalam, fikiran, perasaan, serta    tindakan-tindakan terutama ditentukan oleh faktor subyektif.

Dalam Yohanes 21:20-23, memberikan 2 contoh kepribadian. Yaitu Petrus dan Yohanes. Petrus termasuk pribadi yang ekstrovert. Petrus begitu antusias untuk ingin mengetahui apa yang akan terjadi dengan murid yang dikasihi Yesus. Berbeda dengan Yohanes yang tenang, tidak terlalu menonjolkan diri, tetapi memperhatikan dengan baik. Petrus dan Yohanes memiliki kepribadian yang sangat berbeda juga dengan murid-murid yang lain akan tetapi dengan perbedaan-perbedaan yang ada, dapat saling melengkapi karena tidak ada orang yang memiliki kepribadian sempurna.

Ketiga: Bagaimana Menjadi Berkat Dengan Kepribadian

Bagaimana supaya dengan keberagaman yang ada, kita dapat terus menjadi berkat? Dalam ayat 22, Yesus menyampaikan hal yang sangat prinsip kepada Petrus yaitu: “tetapi engkau, ikutlah Aku”. Ikutlah Aku berarti berjalan di bekas telapak kaki Tuhan Yesus. Tentunya hal ini dimulai dengan kelahiran baru, hidup dalam     pemahaman akan Firman dan komitmen untuk taat pada Firman Tuhan. Ikutlah Aku juga berarti fokus kepada Tuhan, bukan melihat kelemahan/kelebihan orang lain dan membandingkannya  dengan diri kita, bukan melihat kelebihan dan kekurangan kita dan  membandingkannya dengan orang lain dan pada akhirnya protes kepada Tuhan karena kita tidak sama dengan orang lain dalam hal  kelebihan mereka.

Keempat: Akibat Menjadi Berkat Dengan Kepribadian

Rick Warren dalam bukunya mengatakan: “Bila anda melayani dengan cara yang sesuai dengan  kepribadian yang Allah berikan kepada anda, anda mengalami kepenuhan, kepuasan dan buah”. Artinya kita akan bekerja / melayani / menjadi berkat dengan lebih maksimal karena kita melakukannya sesuai dengan tujuan Tuhan memberikan kepribadian seperti kepribadian yang kita miliki.

Petrus dan Yohanes, menjadi berkat yang luar biasa. Dengan kepribadian Petrus yang sanguinis, dia berkhotbah dan 3000 orang bertobat. Yohanes seorang melankolis, mendapatkan penglihatan dari Tuhan dan menulis kitab Wahyu dengan sangat jelas sesuai dengan apa yang dia lihat. Apa yang mereka lakukan sangatlah maksimal karena sesuai dengan kepribadian yang diciptakan Tuhan dalam diri mereka.

Seperti apapun kepribadian kita, ingatlah bahwa Tuhanlah yang menciptakannya dan Ia mau  supaya kepribadian itulah yang kita pergunakan untuk melayani Dia. Kita tidak perlu memaksa diri kita untuk jadi seperti orang lain ataupun memaksa orang lain agar menjadi seperti diri kita tapi berusahalah untuk  memahami kepribadian kita dan orang lain, melihat sisi positifnya untuk terus dikembangkan dan melihat kelemahan-kelemahannya untuk terus diperbaiki tentunya berdasarkan  Firman Tuhan agar kita menjadi berkat dengan semakin maksimal dan pelayanan kita makin efektif.

APLIKASI

Setiap orang diciptakan unik (memiliki kepribadian yang berbeda satu dengan yang lain), dimana setiap kepribadian punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan yang ada bukan untuk menyombongkan diri dan kekuarangan yang ada bukan alasan untuk kita merasa rendah diri. Apapun kepribadian kita jika kita serahkan kepada Tuhan dan fokus kepada Tuhan pasti akan menjadi berkat bagi orang lain.

(Pdt. Nuh Ruku, M. Th – Anggota Badan Pertimbangan BPS – GKSI)

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 51 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1606
mod_vvisit_counterKemarin2066
mod_vvisit_counterMinggu ini6132
mod_vvisit_counterMinggu lalu16123
mod_vvisit_counterBulan ini156499
mod_vvisit_counterBulan lalu207457
mod_vvisit_counterKeseluruhan2154690

We have: 7 guests, 17 bots online
IP anda: 54.196.132.74
 , 
Hari ini: Sep 30, 2014