Khotbah Minggu 3 Juni 2012

Khotbah Minggu 3 Juni 2012

Trinitas: Minggu Pertama Setelah Pentakosta 

DIBERKATI KARENA BERTEKUN DALAM KITAB SUCI

1 Timotius 4 : 13-16

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Mazmur 119 : 105

PENDAHULUAN

Semua orang pasti ingin memiliki kehidupan yang diberkati oleh Tuhan, berkat yang dimaksudkan tentunya tidak hanya dibatasi dengan berkat secara materi tetapi harus dilihat juga bahwa ada berkat secara rohani yang Allah akan berikan kepada semua orang yang percaya. Namun untuk memperoleh berkat tersebut ada syarat-syarat yang harus diperhatikan dan salah satunya adalah “bertekun dalam Firman“. Paulus secara khusus memberikan nasehat tersebut kepada Timotius berkaitan dengan kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan pembinaan jemaat-jemaat di Efesus (1 Tim 1:3) khususnya dalam menanggulangi ajaran-ajaran sesat. Ada beberapa hal yang dapat dipelajari tentang nasesah Paulus yaitu untuk bertekun tersebut:


Pertama: Apakah Arti Bertekun (Ay 13 & 16) 

Ada dua unsur yang tidak boleh dilupakan dalam hal bertekun; itulah “sungguh-sungguh“ dan “terus menerus“. Kata bertekun dalam ayat tersebut digunakan istilah prosekho (Yunani) kata ini lebih tepat diterjemahkan sebagai memberi perhatian atau mengutamakan. Dengan kata lain Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa sebagai seorang pelayan ada hal yang harus diutamakan atau diberi perhatian khusus dengan sungguh-sungguh dan terus menerus.

Kedua: Dalam Hal Apa Harus Bertekun (Ay 13)

Ada empat hal tentang bertekun dalam hal ini, yakni:

Bertekun dalam membaca  kitab - kitab suci.

Membaca dan merenungkan  firman Allah ini merupakan hal penting yang sangat mendasar. Semua orang yang sudah mengalami pembaharuan dalam hidupnya seharusnya memiliki kerinduan yang dalam untuk membaca firman. Karena firman adalah perkataan Allah yang memiliki fungsi untuk mengajar, menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3:16). Tetapi firman  Tuhan juga sesungguhnya merupakan materi dasar yang harus dimiliki oleh seorang pelayan.

Bertekun dalam membangun dengan firman Tuhan

Kata membangun memiliki arti menasihati. Seorang yang telah dipilih Tuhan tidak hanya berusaha untuk mengerti firman Tuhan tetapi juga mampu melakukannya dalam hidup dengan cara memberikan nasihat yang membangung bagi orang lain.

Bertekun dalam mengajarkan firman Tuhan

Jemaat Kristen pada saat itu telah mengambil alih kebiasaan di sinagoge Yahudi untuk berkumpul dan membaca ayat-ayat dalam Perjanjian Lama kemudian diberikan aplikasi oleh pemimpin dalam kumpulan tersebut.

Bertekun dalam melakukan kebenaran  dalam hidup sehari-hari (ay 15) 

Paulus mengingatkan Timotius agar ia tidak hanya memiliki pengetahuan yang baik, mampu menasehati dan mengajarkan orang tetapi juga hidup di dalam semuanya itu. Karena dengan ajaran yang sehat dan tingkah laku yang baik Timotius dapat menjadi saksi Kristus dan membawa orang lain kepadaNya.

Ketiga: Kekuatan Untuk Bertekun

Sebagai seorang yang masih muda, tugas yang dimilikinya tentu tidaklah mudah, disatu sisi ia menyadari dirinya yang masih sangat muda juga disisi lain ia tahu bahwa ada begitu banyak ajaran sesat yang bermunculan dan cukup kuat. Tetapi Paulus mengingatkan Timotius bahwa ada dua kekuatan yang dimiliki oleh Timotius.

A.  Timotius memiliki karunia yang telah ia terima untuk pelayanannya. Yang dimaksudkan dengan karunia di sini bukanlah satu persatu  karunia Roh melainkan karunia dalam arti yang luas, yaitu kuasa Roh yang diperlukan untuk melakukan tugas pelayanan (Ul.34:9). Timotius diingatkan kembali bahwa ia mampu melakukan tugas yang berat, karena ia telah  menerima kekuatan dari Roh Kudus untuk itu.

B. Kedua, Paulus menguatkan Timotius dengan mengingatkannya akan nubuat  yang diucapkan kepadanya pada saat penumpangan tangan oleh sidang penatua. (Kis Ras 13:2,3) Nubuat itu telah memberitahu Timotius mengenai tugas yang dipercayakan kepadanya.

Keempat: Berkat Bila Bertekun Dalam Firman (Ay. 16)

Ada berkat yang akan dialami oleh Timotius bahwa ia dapat menyelamatkan dirinya tetapi juga semua orang yang mendengarnya. Menyelamatkan dirinya dari hukuman Allah karena ia tidak menyesatkan orang lain karena ada hukuman berat yang dapat diterima oleh orang yang menyesatkan orang lain (Mat 18:6). Tetapi orang-orang yang diajar oleh Timotius pun terhindar dari penyesatan.

APLIKASI

Sebagai orang percaya, marilah kita senantiasa bertekun dalam Firman, dengan membaca, merenungkan dan melakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.  Mintalah Roh Kudus untuk menerangi dan menuntun kita bertekun dalam Firman, supaya hidup kita senantiasa berjalan seturut rencana dan kehendak Tuhan dan menjadi teladan yang baik bagi orang lain. Setiap orang yang bertekun dalam Firman, hidupnya senatiasa diberkati dan menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

(Pdt. Nuh Ruku, M.Th – Anggota Badan Pertimbangan BPS GKSI)

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 1306 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini34407
mod_vvisit_counterKemarin64866
mod_vvisit_counterMinggu ini410064
mod_vvisit_counterMinggu lalu138745
mod_vvisit_counterBulan ini656464
mod_vvisit_counterBulan lalu484946
mod_vvisit_counterKeseluruhan3452253

We have: 27 guests, 628 bots online
IP anda: 54.91.125.72
 , 
Hari ini: Dec 20, 2014