Khotbah Minggu 27 Mei 2012

Khotbah Minggu 27 Mei 2012

Minggu Hari Pentakosta

DIBERKATI KARENA DIPENUHI OLEH ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 2: 1-13

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor,

biarlah rohmu  menyala-nyala   dan layanilah Tuhan

Roma 12:11

PENDAHULUAN

Pentakosta berarti hari yang ke 50, yakni peringatan hari pencurahan Roh Kudus, 50 hari       setelah kebangkitan Tuhan Yesus, atau hari ke 10 setelah kenaikan-Nya ke surga. Sesungguhnya hari raya Pentakosta ini merupakan perayaan syukur orang Yahudi, di mana umat pilihan Allah dari   berbagai tempat, berkumpul di Yerusalem untuk merayakannya (Imamat 23:15-21). Dalam peristiwa ini, janji pencurahan Roh Kudus digenapi oleh Tuhan kepada para murid yang  sedang menanti-nantikannya (Kisah 1:12-14).

Beberapa hal akan kita renungkan dengan tujuan agar sebagai orang percaya, kita pun mengalami janji pencurahan Roh Kudus dan senantiasa hidup dipenuhi oleh-Nya.


Pertama: Pengertian “Dipenuhi oleh Roh Kudus”

Ayat 1-3 menjelaskan peristiwa yang terjadi di hari Pentakosta, pada saat orang   percaya berkumpul di satu tempat. Kehadiran Roh Kudus ditandai dengan turunnya suatu bunyi dari langit seperti tiupan angin keras dan lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada setiap orang percaya. Lalu ayat 4 menyatakan tentang peristiwa  supranatural, yakni para murid dapat berkata-kata dalam bahasa lain seperti yang diberikan Roh kepada mereka karena mereka “dipenuhi oleh Roh Kudus”.

Peristiwa dipenuhi Roh Kudus merupakan sebuah tanda kehadiran Allah yang  menyertai orang percaya tanpa dibatasi ruang dan waktu, orang percaya memasuki era “anugerah”, di mana Roh Kudus yang adalah Allah sendiri, berada di dalam diri orang    percaya. Dipenuhi Roh Kudus berarti dikuasai, dikendalikan atau dipimpin oleh Roh Kudus. Pertanyaan yang akan muncul ialah “bilamana orang percaya pada masa kini dipenuhi oleh Roh Kudus?”, jawabannya adalah pada saat seorang “percaya” kepada Yesus, dengan cara membuka hati dan mengundang Yesus masuk ke dalam hatinya sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi, maka Roh Kudus berkuasa, mengendalikan dan memimpin dalam kehidupan-nya.

Fenomena yang terjadi pada masa kini adalah, banyak orang yang mengejar peristiwa supra natural sebagai tanda kepenuhan Roh Kudus dan bukan memahami dan mengalami hakekat kepenuhan Roh Kudus itu sendiri. Padahal inti dari dipenuhi oleh Roh Kudus adalah kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus, saat seorang mengalami kelahiran baru dan melangkah bersama Tuhan.

Kedua: Ciri-ciri “dipenuhi oleh Roh Kudus”

Orang percaya yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus menjadi jemaat mula-mula dengan cara hidup dipimpin dan dikendalikan oleh Roh Kudus (perhatikan Kisah 2:41-47). Ada tiga hal yang menjadi ciri seorang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, yakni :

Bertekun dalam kebenaran Firman Tuhan. “Bertekun” memiliki unsur kesungguhan dan terus menerus, artinya orang percaya suka terhadap pengajaran Firman Tuhan dan hidup di dalamnya. Mereka belajar dan taat melakukannya. 

Senantiasa berdoa. Ini menunjukan kehidupan persekutuan yang intim dengan Tuhan, karena Roh Kudus memimpin seseorang untuk hidup mengandalkan Tuhan lebih dari segala sesuatu. Orang percaya tidak dapat dilepaskan dari kehidupan doanya; bertekun, sehati dan bersama-sama. 

Tidak hidup bagi dirinya sendiri. Pengajaran Firman Tuhan bukan hanya dipahami secara intelektual, namun juga mewarnai cara hidup jemaat mula-mula, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 44-45. Hal ini menunjukan kehidupan pelayanan jemaat, yakni bukan hanya memikirkan dirinya sendiri (egosentris) tetapi memikirkan orang lain, sebagai refleksi kasih kepada Tuhan. 

Ketiga: Berkat bagi yang “dipenuhi oleh Roh Kudus”

Pasal 2:5-13 menunjukan berkat yang didapat seorang yang dipenuhi oleh  Roh Kudus. Peristiwa yang ajaib terjadi, para murid dapat berkata-kata dalam              bahasa yang tidak pernah mereka pelajari,  untuk menyatakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Perhatikanlah bagaimana Tuhan mengubahkan para murid, yang tadinya dikuasai oleh ketakutan, menjadi berani bersaksi tentang Tuhan, bahkan Petrus berani mengkhotbahkan kebenaran Injil di hadapan orang Yahudi yang berkumpul pada saat itu (Pasal 2:14-39).

Berkat tidak hanya berbicara tentang kelimpahan secara materi atau financial, tetapi juga kelimpahan rohani. Ketika Allah memakai kita untuk menjadi saksi-Nya, menceritakan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib kepada orang yang ada di sekeliling kita, ini adalah berkat. Seorang yang dipenuhi oleh Roh Kudus memiliki damai sejahtera dalam hatinya dan roh yang menyala-nyala untuk bersaksi tentang Tuhan.

APLIKASI

Pada peristiwa Pencurahan Roh Kudus (Pentakosta) orang-orang percaya dipenuhi Roh Kudus, sehingga mereka menerima kuasa untuk memberitakan Firman dan melakukan tanda dan mujizat. Mereka bertekun dalam doa dan pengajaran para rasul serta mengalami perubahan hidup dari egosentris (berpusat pada diri sendiri) menjadi theosentris (berpusat pada Tuhan). Roh Kudus memberikan karunia-karunia rohani dan keberanian untuk bersaksi tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Sebagai orang percaya marilah kita terus mengejar kepenuhan Roh Kudus dalam hidup kita agar hidup kita senantiasa diberkati oleh Tuhan.

(Pdt. Nuh Ruku, M.Th - Anggota Badan Pertimbangan BPS GKSI)

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 93 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2818
mod_vvisit_counterKemarin11853
mod_vvisit_counterMinggu ini53189
mod_vvisit_counterMinggu lalu20550
mod_vvisit_counterBulan ini152709
mod_vvisit_counterBulan lalu157106
mod_vvisit_counterKeseluruhan2308006

We have: 38 guests, 19 bots online
IP anda: 54.167.177.111
 , 
Hari ini: Oct 31, 2014