Khotbah Minggu 1 April 2012

Minggu ke-14 : 1 April 2012

Minggu Keenam Pra-Paskah

DIBERKATI KARENA KESUNGGUHAN HATI

Wahyu 3 : 14 - 22

“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,

Ibrani 6:11

PENDAHULUAN

Jemaat Laodikia adalah jemaat yang terkhir dari ketujuh jemaat yang disapa Tuhan dalam kitab Wahyu. Jemaat ini istimewa karena inilah satu-satunya jemaat yang tentangnya Kristus hanya mencela. Tak satupun pujian yang diberikan Tuhan kepada mereka. Hal ini terjadi karena Jemaat Laodikia tidak memiliki kesungguhan hati. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari jemaat ini.


Pertama: Ketidaksungguhan Jemaat Laodikia (ay.15-16)

Jemaat Laodikia dinyatakan sebagai jemaat yang tidak memiliki kesungguhan hati dalam mengikuti Tuhan. Mereka dikatakan sebagai jemaat yang “suam-suam kuku”. Suam-suam kuku berasal dari kata ' KHLIAROS HUDOR', air yang rasanya tidak enak dan menyebabkan muntah, kalo dewasa ini barangkali dapat diibaratkan dengan air yang mengandung 'kaporit'. Orang Kristen yang suam kuku adalah orang Kristen yang merasa nyaman, puas diri dan tidak menyadari akan kebutuhannya. Orang Kristen yang suam kuku seolah berkat. "Kami sudah lama percaya kepada Yesus Kristus, kami Kristen udah puluhan tahun, koq Anda mau menginjili dan mengajari kami?".  Inilah gambarah dari jemaat Laodikia.

Gereja Laodikia yang merasa mandiri, puas diri dan merasa nyaman dan aman itu seolah berkata: “Kami tidak membutuhkan apa pun!” Namun sementara itu kuasa rohani mereka melemah; kekayaan materi dan angka statistic mereka hebat menyelubungi mereka seperti kain kafan menyembunyikan mayat yang membusuk.

Kedua: Penyebab ketidaksungguhan jemaat di Laodikia (ay.7-18)

Jemaat Laodikia ada di tengah kota Laodikia. Kota ini sangat istimewa, kota ini memiliki tiga hal yang dibanggakan: Pertama, Laodikia Ini terkenal dengan kemakmurannya, sebagai satu pusat kegiatan perbankan, dan keuangan  terbesar di dunia pada saat itu. Keadaan ini membuat orang Laodikia memiliki mentalitas mandiri, merasa tidak butuh siapa-siapa kecuali dirinya sendiri.

Kedua, Laodikia termasyur dengan kerajinan pakaian jadinya, khususnya yang terbuat dari wol, ini menimbulkan mentalitas yang sombong, mereka begitu bangga dan yakin diri akan kecantikan dan ketampanannya. Mereka selalu terobsesi untuk dikagumi orang lain.

Ketiga, Laodikia juga tersohor karena mutu sekolah kedokterannya, yang berhasil membuat prestasi medis kota ini lebih melambung lagi adalah salep mata dan salep telinga yang mereka produksi. Sehingga mereka merasa diri selalu sehat khususnya dalam pendengaran dan penglihatan mereka.

Mentalilas orang-orang Laodikia telah memengaruhi keadaan rohani jemaat Laodikia. Ketidaksungguhan mereka disebabkan karena mereka merasa memiliki kekayaan tetapi sebenarnya mereka melarat, malang dan miskin, karena berpikir mereka tetap memiliki penampilan yang terbaik pada saat itu tetapi sebenarnya mereka telanjang dan mereka berpikir mereka memiliki kesehatan atas mata dan telinga tetapi sebenarnya mereka buta. Seluruh kekayaan, penampilan dan kesehatan yang mereka miliki semuanya tidak bisa menutupi keadaan rohani mereka yang sebenarnya.

Ketiga: Sikap Tuhan atas Ketidaksungguhan Jemaat Laodikia

Ternyata Tuhan tidak tinggal diam melihat ketidaksungguhan jemaat Laodikia, ada dua sikap Tuhan yaitu Tuhan akan menegor dan menghajar (ay 19a). Kata menegur berasal dari kata “elegcho” yang artinya menunjukkan kesalahan dengan tujuan menginsafkan seseorang. Bukan hanya menegor tetapi jemaat ini pun akan dihajar oleh Tuhan, dihajar maksudnya ini merupakan peringatan yang lebih keras.

Dalam ay 16 Tuhan menyatakan bahwa Ia akan memuntahkan jemaat Laodikia. Sesungguhnya ini merupakan ungkapan murka Allah terhadap jemaat Laodikia. Namun dalam ayat 19a dijelaskan bahwa teguran dan hajaran yang Tuhan berikan merupakan bukti kasih Tuhan kepada mereka. “Barangsiapa kukasihi ia kutegor dan kuhajar”. Teguran dan hajaran Tuhan selalu bersifat paedagogik atau pengajaran untuk membawa umatNya berbalik.

Keempat: Solusi Lepas dari Ketidaksungguhan Jemaat Laodikia (ay 19—20)

Tuhan memberikan solusi bagi jemaat Laodikia yaitu: “relakanlah hatimu dan bertobatlah! Perintah untuk bertobat diawali dengan kerelaan hati, ini merupakan poin yang penting, pertobatan yang sungguh hanya terjadi bila ada kerelaan hati. Kerelaan hati digunakan kata “zeloo” artinya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bertobat.

Bertobat artinya menerima Tuhan Yesus dalam hidup secara pribadi. Tuhan Yesus mengetok pintu hati manusia. Pada zaman itu memang rumah-rumah orang Yahudi hanya memiliki satu gagang pintu yang terletak di dalam, sehingga hanya dapat dibuka dari dalam. Sebagai respon manusia atas undangan Tuhan Yesus, maka manusia harus membuka hati untuk menerima Kristus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juruselamat. Seorang yang telah menerima Kristus akan memiliki Roh Kudus, dan pribadi Allah yang ketiga inilah yang akan membuat hati kita berkobar-kobar melayani Tuhan. 

Kelima: Berkat yang dijanjikan Tuhan bagi kesungguhan Jemaat Laodikia (ay 20-21)

Ada dua berkat yang dijanjikan Allah kepada jemaat Laodikia apabila mereka memiliki kesungguhan hati: Pertama, persekutuan dengan Tuhan akan dipulih-kan,”Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan Dia dan ia bersama-sama dengan Aku”. Bagi orang Yahudi persekutuan yang paling indah adalah makan bersama. Jemaat Laodikia akan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Itulah sebabnya Daud berkata, “ lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain” Mazmur 84:11

Berkat yang kedua, jemaat Laodikia pun akan memiliki persekutuan yang indah pada masa kekekalan yaitu bersama dengan Kristus di Sorga. Inilah yang tentunya harus menjadi kerinduan semua orang percaya.

APLIKASI

Pertama: Keadaan rohani jemaat Laodikia dikatakan “Suam-suam kuku” karena mereka menganggap kekayaan, penampilan dan kesehatan yang mereka miliki adalah segalanya. Untuk itu berhati-hatilah dalam kemapanan hidup jangan sampai kitapun memiliki keadaan yang sama dengan jemaat Laodikia.

Kedua: Kedaaan suam-suam kuku hanya bisa dikalahkan dengan satu tindakan itulah bertobat dan menerima Kristus dalam hidup kita sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Ketiga: Jika kita memiliki kesungguhan hati dalam mengikut Kristus maka kita akan memiliki persekutuan yang indah dengan Tuhan Yesus pada masa sekarang  di dunia dan pada masa yang akan datang di Sorga.

Tuhan Memberkati

(Pdt. Nuh Ruku, M.Th - Anggota Badan Pertimbangan BPS GKSI)

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 17 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini317
mod_vvisit_counterKemarin1572
mod_vvisit_counterMinggu ini1889
mod_vvisit_counterMinggu lalu41295
mod_vvisit_counterBulan ini134561
mod_vvisit_counterBulan lalu207457
mod_vvisit_counterKeseluruhan2132752

We have: 3 guests, 8 bots online
IP anda: 54.161.190.9
 , 
Hari ini: Sep 21, 2014