Khotbah Minggu, 29 Januari 2012

Minggu ke-5 : 29 Januari 2012

Minggu Keempat setelah Epiphani

DEBERKATI KARENA MENANTI-NANTIKAN TUHAN

Yesaya 40:7-21

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan  TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka    seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Yesaya 40:31

PENDAHULUAN

Pengertian berkat tidak selalu diidentikkan dengan materi, dalam bagian ini berkat yang Tuhan janjikan adalah kekuatan bagi umat Allah. Umat Allah pada saat itu sedang berada dalam pembuangan, tentunya ini bukanlah kondisi yang mudah dialami oleh umat Allah. Tetapi Tuhan berjanji akan melepaskan mereka dari keadaan yang sulit ini dan bila mereka menanti-nantikan Tuhan maka janji Tuhan akan tergenapi

 

Ada beberapa hal yang dapat kita pahami dari diberkati karena menanti-nantikan Tuhan:

Arti Menanti-nantikan Tuhan

Kata “Menanti-nantikan Tuhan” diterjemahkan dengan kata “qavah” dalam bahasa Ibrani yang berarti berharap, menanti dengan sabar, menunggu pertolongan dari Tuhan, mempercayakan hidup kepada Tuhan dan memandang Tuhan Yesus sebagai satu-satunya sumber pertolongan dan kasih karunia.

Di tengah kesulitan yang dihadapi oleh umat Allah, Allah menghendaki agar mereka menanti-nantikan pertolongan hanya dari Tuhan.

Keadaan Orang Yang Tidak Menanti-nantikan Tuhan

Yesaya menyatakan secara jelas keadaan orang yang tidak menanti-nantikan Tuhan dengan mengungkapkan keadaan umat Allah, bahwa umat Allah merasa bahwa hidup mereka tersembunyi dari Tuhan dan tidak mendapat perhatian dari Tuhan. Pernyataan ini menjelaskan bahwa umat Allah kehilangan pengharapan.

Ayat 30 juga menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak menanti-nantikan Tuhan menjadi lelah, lesu dan dengan mudah jatuh tersandung, walaupun secara fisik mereka kelihatan sebagai orang-orang yang kuat.  Tetapi bila mereka tidak menanti-nantikan Tuhan dengan mudah mereka akan hancur.

Keadaan Orang Yang Menanti-nantikan Tuhan.

“Tetapi”kata dalam ayat 31 ini menekankan adanya perbedaan antara orang yang tidak menanti-nantikan Tuhan dengan orang yang menanti-nantikan Tuhan. Yesaya mengumpamakan orang yang menanti-nantikan Tuhan dengan burung rajawali.

Burung rajawali memiliki beberapa kebiasaan yang dapat menggambarkan keadaan atau ciri dari orang yang menanti-nantikan Tuhan:

Pertama: Burung rajawali selalu mengebaskan bulu-bulunya yang sudah tua.

Kebiasaan ini dilakukan oleh burung rajawali supaya bulu-bulunya yang sudah tua tidak menjadi penghambat dia untuk terbang. Ini memberikan gambaran  bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan mau meninggalkan kehidupannya yang lama sehingga tidak menjadi penghalang, seperti yang dikatakan dalam Ibrani 12:1, “... marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa  yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”

Kedua: Burung rajawali tidak menghindari badai.Bila burung rajawali bertemu dengan badai, ia tidak akan menghindar bahkan dia akan mengumpulkan tenaganya sehingga menjadi semakin kuat. Orang yang menanti-nantikan Tuhan tidak akan mudah menyerah, ia tidak akan takut dan melarikan diri ketika bertemu dengan masalah/tantang dalam hidupnya tetapi ia siap mengadapinya.

Ketiga: Burung rajawali selalu memecahkan record atas dirinya sendiri. Burung rajawali tidak pernah merasa puas dengan prestasi yang telah dicapainya. Begitu pun dengan orang yang menanti-nantikan Tuhan, selalu ingin lebih maju dalam seluruh hidupnya.

Keempat: Burung rajawali tidak berhenti terbang sebelum dia mati.

Ini menggambarkan tentang kesetiaan. Orang yang menantikan Tuhan adalah orang yang setia dalam mengikut Yesus sampai akhir hidupnya.

Berkat bagi Orang Yang Menanti-nantikan Tuhan.
Ada beberapa akibat bagi orang yang menanti-nantikan Tuhan yaitu: Mendapat kekuatan baru, dalam terjemahan lain kekuatan yang dipulihkan. Kekuatan di tengah kelelahan dan kelemahan, penderitaan dan pencobaan. Dan Kedua, Berlari dan tidak menjadi lesu, berjalan dan tidak menjadi lelah. Inilah berkat   yang akan dialami oleh orang yang menanti-nantikan Tuhan, karena Tuhan yang tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu (28) ada di dalamnya. Mereka akan mendapat kesanggupan untuk berlari secara rohani tanpa merasa lelah dan terus berjalan maju tanpa merasa letih
 

APLIKASI

Dalam hidup kita, mungkin kita mengalami keadaan yang dialami oleh umat Allah pada waktu itu, tekanan yang tidak kunjung berhenti, musuh yang terlalu besar untuk dikalahkan, dsb. Tetapi ingatlah ada janji berkat dari Tuhan bahwa Ia akan memberikan kekuatan apabila kita menanti-nantikan Tuhan.

Nantikanlah Tuhan dengan menanggalkan kehidupan lama/dosa kita, tidak merasa takut ketika menghadapi berbagai-bagai pergumulan, selalu ingin lebih baik dan lebih maju di dalam hidup juga tetap setia mengikut Tuhan sampai akhir kehidupan. Maka kekuatan yang baru, semangat yang baru, akan menjadi bagian hidupnya.

(Pdt. Nuh Ruku, M.Th – Anggota Badan Pertimbangan BPS GKSI)

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 1505 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21821
mod_vvisit_counterKemarin69315
mod_vvisit_counterMinggu ini332612
mod_vvisit_counterMinggu lalu138745
mod_vvisit_counterBulan ini579012
mod_vvisit_counterBulan lalu484946
mod_vvisit_counterKeseluruhan3374801

We have: 8 guests, 743 bots online
IP anda: 54.81.94.71
 , 
Hari ini: Dec 19, 2014

Когда появились названия кузовов современных автомобилей? Необычный дизайн, Как подключить несколько устройств в прикуриватель и стоит ли это делать?, Автофобия: как преодолеть страх начинающему водителю?