• Perjalanan Menuju Pelayanan
  • Baptisan 1
  • Baptisan 2
  • Batisan 3
  • Profil Jemaat di Desa

Khotbah Minggu 27 Juli 2014

Khotbah Minggu 27 Juli 2014

Minggu VII Setelah Pentakosta

TAK TERPISAHKAN KITA DARI KASIH ALLAH

(Rm 8: 26-39)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kej 29:15-28; atau 1Raj 3:5-12; Mzm 105:1-11, 45b; atau Mzm 119:129-136 atau Mzm 128; Mat 13:31-33, 44-52

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 8: 26-39 selengkapnya: Keyakinan Iman

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

-------------------------

Pendahuluan

Sebagai orang percaya Allah ingin bersekutu dengan kita; kita juga ingin semakin dekat dengan Allah. Alkitab memerintahkan kita untuk berdoa sebab melalui doa kita memelihara hubungan dengan Allah. Namun kadang doa kita tidak terekspresikan. Namun meski doa kita tidak terucapkan Allah tetap bekerja dalam segala sesuatu di hidup kita. Betul kadang kita jatuh dalam perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah, sehingga kita takut akan dakwaan yang datang. Kita berpikir bahwa sebagai orang yang salah, kita wajar mendapatkan penghukuman kelak dalam pengadilan Allah. Namun melalui nas minggu ini, kita diyakinkan bahwa kasih Allah begitu besar dan bagaimana itu bekerja diberikan melalui pengajaran sebagai berikut.

 

   

Khotbah Minggu 20 Juli 2014

Khotbah Minggu 20 Juli 2014

Minggu VI Setelah Pentakosta

MENJADI ANAK-ANAK ALLAH

(Mengharapkan Apa yang Tidak Kita Lihat)

(Rm 8:12-25)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kej 28:10-19a; atau Yes 44:6-8; Mzm 139:1-12, 23-24 atau Mzm 86:11-17; Mat 13:24-30, 36-43

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik: Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Rm 8:12-25 selengkapnya: Pengharapan anak-anak Allah

8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. 8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

-------------------------

Pendahuluan

Kita tahu bahwa banyak orang Kristen yang belum memahami arti sebagai pengikut Kristus. Pola kehidupannya sering kali belum mencerminkan apa yang sebenarnya maksud dan kehendak Tuhan Yesus dalam hidupnya sebagai anak-anak Allah, sehingga masih banyak yang hidup dengan pola manusia lama. Hal itu bisa tampak dari hal sederhana, misalnya, masih hidup dalam ketakutan: takut pada kegelapan, takut akan hari esok dan lainnya, sampai yang paling “berat” yakni kehidupan yang wajib peduli terhadap orang lain, seperti kata firman-Nya: Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yak 4:17). Hal itu mungkin didasari mereka belum memahami akan janji-janji pasti yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada kita. Melalui nas minggu ini kita diberi pengajaran tentang hidup sebagai anak-anak Allah dan sekaligus pewaris kerajaan Allah sejak saat ini hingga di kekekalan nanti.

   

Kedudukan Pengakuan Iman

SEJARAH DAN KEDUDUKAN PENGAKUAN IMAN DALAM TRADISI GEREJA

Pengakuan iman merupakan hal yang wajib dinyatakan oleh umat Kristiani dalam setiap ibadah hari minggu, khususnya gereja-gereja arus utama (main stream) anggota PGI. Pengakuan iman sering disebut dengan “credo” (dari ungkapan bahasa Latin dan di-Indonesiakan dengan “kredo”; Inggris: creed), yang berarti “Aku percaya”. Credo lazimnya memiliki otoritas berisi pokok-pokok ringkas kepercayaan yang disetujui dan dibenarkan oleh orang-orang percaya dan dapat diterima oleh semua gereja. Dengan demikian pengakuan iman tidak harus berkaitan dengan suatu denominasi gereja saja, melainkan pengakuan yang universal (oikoumenis). Adapun pernyataan iman yang terbatas suatu denominasi gereja saja biasanya disebut dengan “konfesi” (confession).

   

PERJAMUAN KUDUS: MAKNA DAN PERSIAPANNYA

Seseorang pernah bertanya: “Apa sih beda Marthin Luther, Johanes Calvin, dan Zwingli? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita mengingat dengan jelas bahwa ada banyak persamaan di antara ketiganya. Persamaan-persamaan tersebut, antara lain: pembenaran hanya oleh iman (sola fide), keselamatan hanya oleh anugerah (sola gratia), Alkitab sebagai sumber kebenaran, predestinasi, menolak apokrifa (sola scriptura), pemahaman bahwa roti dan anggur bukanlah merupakan tubuh dan darah Kristus sebagai korban dalam perjamuan kudus, dsb.

   

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 76 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1959
mod_vvisit_counterKemarin1659
mod_vvisit_counterMinggu ini3618
mod_vvisit_counterMinggu lalu21354
mod_vvisit_counterBulan ini256865
mod_vvisit_counterBulan lalu294387
mod_vvisit_counterKeseluruhan1769226

We have: 15 guests, 26 bots online
IP anda: 54.197.19.35
 , 
Hari ini: Jul 28, 2014