• Perjalanan Menuju Pelayanan
  • Baptisan 1
  • Baptisan 2
  • Batisan 3
  • Profil Jemaat di Desa

Khotbah 2 Nopember 2014

Khotbah Minggu 2 Nopember 2014

Minggu XXI Setelah Pentakosta

HIDUP SESUAI DENGAN KEHENDAK ALLAH

(1Tes 2:9-13)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yos 3:7-17 atau Mi 3:5-12; Mzm 107:1-7, 33-37 atau Mzm; Mat 23:1-12

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas 1Tes 2:9-13 selengkapnya:

2:9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. 2:10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 2:11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, 2:12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. 2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

--------------------------------

Pendahuluan

Pada bagian awal pasal 2 ini dijelaskan tentang bagaimana manusia yang tidak layak karena dosa dan kelemahannya dijadikan Allah menjadi layak untuk melayani-Nya, terutama dalam membawa dan menyiarkan kabar tentang Tuhan Yesus. Manusia pasti bersyukur dan merasa terhormat diberi tugas melayani tersebut, yang dapat dilakukan dengan pelayanan langsung maupun tidak langsung. Injil adalah karya Allah yang begitu dalam dan luas sehingga tidak seorang pun dapat mengklaim akan batasan dan cakupan pelayanan kabar baik tersebut, sepanjang semua dilakukan dengan kasih dan demi kemuliaan nama Tuhan Yesus. Hanya untuk dapat melakukan tugas pelayanan itu diperlukan pola hidup yang mendukung, sehingga pelayanan tidak menjadi batu kerikil sandungan bagi gereja dan kemuliaan Tuhan Yesus. Melalui nas minggu ini kita diberikan pengajaran hal tersebut sebagai berikut:

 

Lebih lanjut...

   

Khotbah Minggu 26 Oktober 2014

Khotbah Minggu 26 Oktober 2014

Minggu XX Setelah Pentakosta

BERBICARA BUKAN UNTUK MENYUKAKAN MANUSIA

(1Tes 2:1-8)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Ul 34:1-12; atau Im 19:1-2, 15-18 atau Mzm 90:1-6, 13-17 atau Mzm 1; Mat 22:34-46

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)

Daftar selengkapnya khotbah untuk tahun 2014 dan tahun berikutnya dapat dilihat di website ini -> klik Pembinaan -> Teologi

Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nas pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas 1Tes 2:1-8 selengkapnya: Pelayanan Paulus di Tesalonika

2:1 Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. 2:2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 2:3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 2:4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 2:5 Karena kami tidak pernah bermulut manis -- hal itu kamu ketahui -- dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- Allah adalah saksi -- 2:6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 2:8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.

------------------------------------------------

Pendahuluan

Bagaimanakan kita seharusnya melayani Tuhan? Rasul Paulus memberikan gambaran dan keteladanan yang dilakukannya melalui perjalanan hidupnya. Melayani membutuhkan persiapan sebab banyak hal yang harus kita sadari, meski kesadaran paling pokok tentunya adalah kita wajib melayani sebab Allah telah memberikan yang terbaik bagi kita dan melayakkan kita untuk melayani-Nya. Pelayanan tidak hanya membutuhkan keahlian (teknis praktis) akan tetapi juga keteguhan, keberanian dan motivasi yang baik dan benar sehingga yang kita lakukan bukan untuk menyenangkan manusia (diri sendiri, keluarga atau pihak tertentu) tetapi menyenangkan Allah. Kesalahan dalam motivasi dapat membuat semua pelayanan tidak berarti dan bahkan gereja dapat dirugikan. Melalui bacaan nas minggu ini kita diberikan pengajaran tentang keteladanan pelayanan Rasul Paulus dengan pokok-pokok sebagai berikut:

 

Lebih lanjut...

   

Kedudukan Pengakuan Iman

SEJARAH DAN KEDUDUKAN PENGAKUAN IMAN DALAM TRADISI GEREJA

Pengakuan iman merupakan hal yang wajib dinyatakan oleh umat Kristiani dalam setiap ibadah hari minggu, khususnya gereja-gereja arus utama (main stream) anggota PGI. Pengakuan iman sering disebut dengan “credo” (dari ungkapan bahasa Latin dan di-Indonesiakan dengan “kredo”; Inggris: creed), yang berarti “Aku percaya”. Credo lazimnya memiliki otoritas berisi pokok-pokok ringkas kepercayaan yang disetujui dan dibenarkan oleh orang-orang percaya dan dapat diterima oleh semua gereja. Dengan demikian pengakuan iman tidak harus berkaitan dengan suatu denominasi gereja saja, melainkan pengakuan yang universal (oikoumenis). Adapun pernyataan iman yang terbatas suatu denominasi gereja saja biasanya disebut dengan “konfesi” (confession).

Lebih lanjut...

   

PERJAMUAN KUDUS: MAKNA DAN PERSIAPANNYA

Seseorang pernah bertanya: “Apa sih beda Marthin Luther, Johanes Calvin, dan Zwingli? Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita mengingat dengan jelas bahwa ada banyak persamaan di antara ketiganya. Persamaan-persamaan tersebut, antara lain: pembenaran hanya oleh iman (sola fide), keselamatan hanya oleh anugerah (sola gratia), Alkitab sebagai sumber kebenaran, predestinasi, menolak apokrifa (sola scriptura), pemahaman bahwa roti dan anggur bukanlah merupakan tubuh dan darah Kristus sebagai korban dalam perjamuan kudus, dsb.

Lebih lanjut...

   

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 103 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini3939
mod_vvisit_counterKemarin11853
mod_vvisit_counterMinggu ini54310
mod_vvisit_counterMinggu lalu20550
mod_vvisit_counterBulan ini153830
mod_vvisit_counterBulan lalu157106
mod_vvisit_counterKeseluruhan2309127

We have: 27 guests, 23 bots online
IP anda: 54.198.94.76
 , 
Hari ini: Oct 31, 2014