• Perjalanan Menuju Pelayanan
  • Baptisan 1
  • Baptisan 2
  • Batisan 3
  • Profil Jemaat di Desa

Khotbah Paskah 20 April 2014

Khotbah Minggu 20 April 2014

Minggu Hari Raya Paskah

PIKIRKANLAH PERKARA DI ATAS, BUKAN DI BUMI

(Kol 3:1-4)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Kis 10:34-43 atau Yer 31:1-6; Mzm 118:1-2, 14-24; atau Kis 10:34-43; Yoh 20:1-18 atau Mat 28:1-10

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Kol 3:1-4 selengkapnya:

3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

---------------------

Pendahuluan

Dalam kitab Kolose, firman Tuhan yang disampaikan melalui Rasul Paulus pada bab 1 dan 2 bercerita tentang apa yang sudah dilakukan oleh Kristus bagi kita, khususnya dalam menebus dosa-dosa kita dan keselamatan, termasuk penjelasan alasan yang salah tentang penyangkalan diri. Maka dalam bab 3 dan 4 Rasul Paulus menjelaskan bahwa setelah Kristus melakukan sesuatu yang bergitu istimewa bagi kita, maka kita pun perlu melakukan sesuatu bagi Dia, termasuk untuk keberadaan gereja yang Dia adalah Kepala. Pada bagian awal bab 3 ini dijelaskan tentang pentingnya kita memikirkan hal-hal di atas dan bukan lagi soal-soal di bumi. Maka melalui nas minggu ini, kita diberikan pokok-pokok pengajaran sebagai berikut.

 

   

Khotbah Minggu 31 Maret 2013

Khotbah Minggu 20 April 2014

(alternatf khotbah Paskah dari tanggal 31 Maret 2013)

HARI RAYA PASKAH – Kebangkitan Tuhan Yesus

KEBANGKITAN YESUS MENEGUHKAN IMAN KITA

(Yoh 20:1-18)

 

Bacaan leksionari lainnya: Yes 65:17-25; Mzm 118:1-2, 14-24; 1Kor 15:19-26

(Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

 

Ayat selengkapnya Yohanes: 20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. 20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." 20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. 20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. 20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, 20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. 20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. 20:9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. 20:10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. 20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

----------------------------------------------

Pendahuluan

Minggu ini kita memperingati dengan sukacita kebangkitan Tuhan Yesus. Kisah penderitaan dan kematian Tuhan Yesus sebagai manusia yang tidak berdosa namun harus menerima disalibkan, membuat sekilas hati kita sedih tetapi sekaligus bangga dan bersyukur akan keputusan-Nya untuk bersedia mati dalam usia-Nya yang muda. Ia rela menerima kehinaan dengan cara mati yang dipandang kutukan oleh orang Yahudi, bahkan disandingkan dengan penjahat di kanan-kiri-Nya. Lambung-Nya ditusuk untuk memastikan Ia telah mati. Tetapi orang- orang yang mengasihi-Nya menurunkan-Nya dari salib dan menguburkannya di makam yang layak.

Adalah kebiasaan orang Yahudi untuk pergi ke makam tiga hari setelah kematian seseorang. Hal ini didasari pemahaman bahwa roh orang mati masih melayang-layang di sekitar makam dan tubuh kaku itu, kemudian setelah tubuh itu rusak dan tidak dikenali lagi, barulah rohnya pergi. Maria datang ke kubur Yesus di hari pertama setelah sabat dan disitulah Maria melihat dan menyadari tubuh Yesus telah tiada. Ia lantas panik dan rangkaian kisah inilah bacaan kita mingggu ini yang memberi kita beberapa hikmat dalam mengikuti Dia.

   

Khotbah Jumat Agung 18 April 2014

Khotbah Jumat Agung 18 April 2014

Memperingati Kematian Tuhan Yesus

KITA MEMPUNYAI SEORANG IMAM BESAR

(Ibr 10:16-25)

Bacaan lainnya menurut Leksionari:

Yes 52:13-53:12; Mzm 22; Ibr 4:14-16, 5:7-9; Yoh 18:1-19:42

(berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php)


Khotbah ini dipersiapkan sebagai bahan bagi hamba Tuhan GKSI di seluruh nusantara. Sebagian ayat-ayat dalam bacaan leksionari minggu ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah, atau petunjuk hidup baru.

Nas Ibr 10:16-25 selengkapnya:

10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, 10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka." 10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa. 10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 10:23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

--------------------------------------

Pendahuluan

Perjanjian lama mengajarkan cara untuk menebus dosa sesuai dengan hukum Taurat. Dalam melakukan itu mereka melakukan ritual-ritual sesuai dengan aturan legalistik yang diajarkan melalui nabi Musa. Salah satu hal yang penting dalam ritual itu adalah peran Imam Besar umat Yahudi sesuai dengan peraturan Melkisedek. Namun kini orang percaya pengikut Tuhan Yesus diajarkan untuk tidak terikat lagi pada aturan-aturan legalistik tersebut. Peran Imam Besar juga sudah berganti dari manusia keturunan Lewi menjadi Imam Besar Agung yakni Tuhan Yesus Kristus. Penebusan dan pengampunan dosa juga tidak dengan darah hewan, melainkan dengan darah Yesus sendiri yang tercurah di Golgota. Melalui nas minggu ini kita diajarkan tentang hal tersebut melalui pokok-pokok pikiran di bawah ini.

   

Khotbah Jumat Agung 18 April 2014

Khotbah Jumat Agung 18 April 2014

(merupakan khotbah tanggal 29 Maret 2013)

DARI PERJAMUAN MALAM HINGGA GOLGOTA - VIA DOLOROSA

(Yoh 18:1-19:42)

Bacaan lainnya menurut Leksionari: Yes 52:13-53:12; Mzm 22; Ibr 10:16-25

Berdasarkan http://lectionary.library.vanderbilt.edu/index.php

(Sebagian ayat-ayat dalam nats ini dapat dipakai sebagai nats pembimbing, berita anugerah dan petunjuk hidup baru)

Pendahuluan

Perjalanan penderitaan Tuhan Yesus menuju bukit Golgota merupakan rangkaian beberapa peristiwa yang sangat mengharukan dimulai sejak perjamuan pada hari Kamis malam hingga kematian-Nya di Jumat senja hari. Jumat Agung memang mengingatkan kita tentang sejarah penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dan kematian-Nya merupakan bagian penting dalam sejarah orang percaya. Oleh karena itu, bacaan kita pada hari peringatan kematian ini sangat panjang dan kita bebas memilih tema yang lebih spesifik untuk masing-masing jemaat kita.

   

Kedudukan Pengakuan Iman

SEJARAH DAN KEDUDUKAN PENGAKUAN IMAN DALAM TRADISI GEREJA

Pengakuan iman merupakan hal yang wajib dinyatakan oleh umat Kristiani dalam setiap ibadah hari minggu, khususnya gereja-gereja arus utama (main stream) anggota PGI. Pengakuan iman sering disebut dengan “credo” (dari ungkapan bahasa Latin dan di-Indonesiakan dengan “kredo”; Inggris: creed), yang berarti “Aku percaya”. Credo lazimnya memiliki otoritas berisi pokok-pokok ringkas kepercayaan yang disetujui dan dibenarkan oleh orang-orang percaya dan dapat diterima oleh semua gereja. Dengan demikian pengakuan iman tidak harus berkaitan dengan suatu denominasi gereja saja, melainkan pengakuan yang universal (oikoumenis). Adapun pernyataan iman yang terbatas suatu denominasi gereja saja biasanya disebut dengan “konfesi” (confession).

   

Renungan

  • 1
  • 2
  • 3

Pengunjung Online

We have 213 guests online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6209
mod_vvisit_counterKemarin5529
mod_vvisit_counterMinggu ini11738
mod_vvisit_counterMinggu lalu39198
mod_vvisit_counterBulan ini111042
mod_vvisit_counterBulan lalu91209
mod_vvisit_counterKeseluruhan1072592

We have: 2 guests, 103 bots online
IP anda: 50.16.65.168
 , 
Hari ini: Apr 21, 2014